Selasa, 06 Desember 2016

Subjek Tak Kuasa Memutuskan

Ujian akhir semester yang harusnya menjadi suatu bentuk evaluasi dari kegiatan belajar mengajar selama satu semeeter mendadak kacau balau di hari kedua . Tidak bermaksud mengevaluasi kinerja penyelenggara ujian tingkat kota tapi mau tak mau akhirnya menganalisis juga .
Hingga waktu yang tertera di jadwal sudah mendekati pelaksanaannya , soal ujian tak kunjung tiba dari sanggar . Gelisah pastinya .
Tetap harus diberi apresiasi kesiapan panitia lokal yang mengambil alih  peran dengan mempertimbangkan waktu dan kekosongan soal yang sesuai dengan jadwal yang dibuat.
Mengganti soal uas yang harusnya diujikan di hari kamis dengan kalimat terpaksa seakan -akan tak ada pilihan .
Dan ketika membagikan soal uas di ruang ujian sempat menyampaikan permintaan maaf dari panitia karena kekacauan pelaksanaan ujian hari ini sambil memberi pilihan apabila peserta ujian tak siap untuk ujian karena soal yang dibagikan tak sesuai dengan jadwal yang ada itu adalah hak mereka.
Tersirat mengajarkan kepada siswa-siswaku untuk berani menyuarakan haknya .
Semenit dua menit ditunggu jawaban yang keluar akhirnya "ujian sajalah bu" .
 " oke saya akan bagikan kalo semua merasa siap ".

Kamis, 17 November 2016

Spesial dan sangat spesial

Berjalan tertatih-tatih dengan mendorong troli kecil berisi beberapa tisu dagangan yang belum laku terjual . Dengan keterbatasan fisik wajah terbilang tak sedap dipandang namun tetap tersenyum setiap berpapasan dengan dengan orang -orang yang ditemuinya. Sesekali menyapa apabila merasa cukup kenal . 
Mendadak berhenti di dekat seorang pemuda ganteng berkulit putih tinggi semampai membawa map bertuliskan santunan yatim . 

Tak ada obrolan namun tetap dengan wajah riangnya . 
Mengambil dompet dari kantong celana membuka dompet dan mengeluarkan lembaran rupiah kemudian memasukkan dalam map  santunan yatim . 
Berlalu meninggalkan pemuda ganteng sambil tetap menyapa beberapa orang yang ditemuinya. 
Pemandangan hidup yang berlalu sangat cepat . 
Tak bisa berkata-kata hanya takjub menatap . 
Allah selalu memberi hadiah tak terduga untuk bisa selalu belajar . 
Belajar tentang kehidupan 
Belajar tentang ketulusan 
Belajar tentang menjadi bijak dan dermawan

Kamis, 10 November 2016

Bermental Tangguh




Hari ini bertepatan dengan hari pahlawan demi memperingati jasa para pahlawan diadakan upacara bendera. Peristiwa 10 November mempunyai sejarah untuk dikenang. Semangat dan mental tangguh para pahlawan yang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia menjalar di degup jantung dan langkah tegap paskibraka di sekolah.
Salah satu ekskul andalan yang sering mengharumkan nama sekolah dengan prestasi yang membanggakan . Kebanggaan bisa menjadi pengibar bendera. 
Dengan kedisiplinan latihan rutin yang dilakukan setiap hari kamis dan sabtu. 
Ditambah dengan latihan ketika ada event lomba atau hari besar nasional yang harus diperingati.
10 November 2016 dalam moment hari pahlawan paskibraka kembali menunjukkan kemampuannya. Langkah derap kaki badan tegap dan senyum manis di wajah paskibraka putri sementara paskibraka putra dengan sikap badan tegap wajah penuh wibawa mengiringi bendera merah putih yang siap dikibarkan di tiang bendera sekolah . 
Semangat dan keseriusan paskibraka menularkan energi kepada  peserta untuk tekun memperhatikan dan mendengarkan derap langkah kaki penuh kekompakan. 
Pahlawan yang identik dengan mental tangguh, penuh semangat , tak mudah putus asa , jujur dan bertanggung jawab diuji saat paskibra menunjukkan kemampuannya . 
Menit-menit menjelang paskibraka mengibarkan bendera dengan suara lantang walau agak serak sang danton memberi aba-aba untuk membuka formasi barisan. 
Tak pernah ada yang tau apa yang akan terjadi . Peristiwa yang tak pernah diharapkan siapapun juga. 
Mendadak sol sepatu sang danton  terlepas . Kalo iklan pasti pengennya ditelan bumi deh ( good day ...) . 
Dibutuhkan mental tangguh demi menjaga komitmen untuk tetap melaksanakan tugas mengibarkan bendera merah putih. Iringan lagu Indonesia Raya berkumandang disertai bendera merah putih . 
Takjub dengan mental paskibra . Luar biasa . Tugas mengibarkan bendera merah putih tetap dilaksanakan dengan baik tak terpengaruh oleh sol sepatu  yang terlepas.Ya mental tangguh  yang akan mampu membuat generasi digital ini siap mengisi kemerdekaan Indonesia
 


Rabu, 09 November 2016

Suplemen Otak Penyakit Hati

Tiba-tiba terlintas kalimat seperti judul diatas saat berbincang di medsos dengan sahabat yang biasa berdiskusi tentang banyak hal . 
Maraknya berita tentang kasus petahana DKI . Semua mendadak punya argumen . 
Media on line pun kebanjiran pembaca yang ramai mengunjungi lamannya. 
Tak salah berpendapat juga tak salah membaca komentar .
Namun ketika argumen semakin meruncing membuat otak semakin terisi dengan berbagai informasi yang belum tentu benar. Apa jadinya???
Otak yang menerima informasi mengolahnya membuat si pembaca berpikir dan bernalar. 
Saat informasi yang didapat sesuai dengan harapan tentunya akan menyejukkan hati . 
Namun mana kala informasinya tak sesusi yang diharapkan akan berdampak pada penyakit hati . 
Informasi dapat diibaratkan seperti makanan yang masuk ke dalam pikiran. 
Ketika makanan pikiran berisi hal-hal yang menimbulkan perasaan, resah susah gelisah dan tidak bahagia akan menghasilkan hormon yang berbahaya bagi tubuh . 
Namun ketikan memberi suplemen otak dalam bentuk informasi yang menyenangkan akan menimbulkan perasaan gembira. Saat seseorang merasa gembira dapat menghasilkan reaksi yang sangat positif bagi tubuh . Dan akan terbiasa berpikir posistif serta optimis. 
Memberi suplemen otak atau yang biasa disebut dengan membaca memang sangat disarankan . 
Bahkan dalam Al Quran perintah yang turun pertama kali adalah Iqra . 
Pernahkah terpikir apabila hal yang tak sengaja dibaca bernada umpatan , sumpah serapah , informasi kebencian seperti memasukkan suplemen otak yang berdampak penyakit hati 

Kamis, 27 Oktober 2016

Belajar Santun dari seorang Anies Baswedan

Tulisan ini saya buat dengan berbagai pertimbangan . Ada kagum ada kritik ada kecewa.
Seorang Anies Baswedan yang memiliki visi membangun peradaban melalui jalur pendidikan dengan gagasan besarnya Indonesia Mengajar mengajak generasi muda untuk terlibat memberi sumbangsih mengajar di daerah terpencil Indonesia. Luar biasa dan mengaggumkan . 
Decak kagum dan harapan besar saat pembentukan kabinet di pemerintahan Jokowi -JK  seorang Anies dipercaya memimpin satu kementrian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Harapan ditujukan kepada seorang Anies agar dapat memberi sentuhan humanis dalam lembaga pendidikan . 
Semua butuh proses untuk membenahi kurikulum, sistem pendidikan, managemen sdm , pendekatan interaktif kepada penyelenggara dan pelaksana pendidikan menjadi hal besar yang harus sudah mulai dikerjakan . 
Tak berlangsung lama amanah untuk tetap di kemendikbud diganti dalam resuffle kabinet. 
Kecewa, sedih dan tak percaya saat pengumuman  pergantian mentri . Apalah daya aku hanya rakyat biasa. Kalau pake bahasa Cita Citata 'aku mah apa atuh ' 
Protesku , sedihku dan kecewaku gak ngaruh apa-apa dalam kegiatan bernegara. 
Perjalanan hidup gak bisa diduga . Kaget saat pengumuman calon gubernur DKI diumumkan ...oh pak Anies kenapa mau jadi calon gubernur DKI . Pak Anies tuh milik Indonesia . Ide dan gagasannya untuk Indonesia bukan hanya untuk Jakarta . Apalagi terlontar komentar akan memperbaiki pendidikan di Jakarta pak Anies. Bagaimana dengan bagian Indonesia yang lain yang terhampar dari Sabang hingga Merauke ?
Tapi tetap harus diakui kesantunan dan kebesaran hati seorang Anies yang banyak mengajarkan kepada saya. 
Di pagi ini membaca ini membaca tweetnya pak Anies berkaitan dengan pertanyaan putra kecilnya untuk bolehkah bersalaman dengan pak ahok . Jawaban santun seorang ayah yang mengajarkan etika sopan santun mengijinkan dan mengantarkan sang putra bertemu dengan petahana. Terlihat sepele tapi mengajarkan makna kehidupan . 

Sabtu, 22 Oktober 2016

Krisis...

Minggu yang berat ketika harus menangani permasalahan siswa berkaitan dengan perselisihan . 
Semua pihak merasa yang dilakukan adalah yang paling benar. 
Masa remaja yang menurut istilah pakar merupakan masa penuh gejolak, pencarian identitas diri, ingin tampil beda,ingin jadi pusat perhatian dll. 
Mirisnya yang dilakukan agar diperhatikan terkadang melakukan perilaku negatif. 
Mulai lunturnya tentang etika dan kesopanan menambah panjang gelengan kepala orang dewasa ( guru dan orang tua ) karena perilaku yang mengejutkan yang dilakukan oleh remaja. 
Krisis identitas yang terjadi mungkin juga disebabkan oleh menipisnya keteladanan yang bisa ditunjukkan oleh orang dewasa.
Remaja era digital mengalami banyak loncatan dalam kehidupannya. 
Perubahan gaya hidup , status sosial ekonomi , pola komunikasi turut mempengaruhi pola asuh dalam keluarga. Sebelum era digital hubungan dalam keluarga biasa dilakukan dengan komunikasi tatap muka.
Dan di era digital sangat sulit mencari waktu yang pas untuk bertatap muka.
Jadilah remaja edisi kekinian yang selalu galau dan gusar dalam menghadapi masalah .
Ketika berhadapan dengan lingkungan yang tak nyaman perilaku yang ditampilkan adalah menyalahkan pihak lain , lari dari masalah dan tak bertanggung jawab . 
Terkadang faktor kecil pun dapat menggugah emosi menjadi perilaku agresif yang merusak . 
Dari saling lirik saat berpapasan , obrolan yang teramat berisik di transportasi umum, status di medsos yang memancing pemikiran tertentu dan banyak hal yang lain lagi . 
Untuk kemudian beralasan harga dirinya diinjak-injak . Oh remaja sudah demikian menipiskah rasa kasih sayangmu 
Solidaritas tak ditempatkan pada situasi yang tepat. 
Saat terjadi perselisihan dengan pihak lain yang bukan dari golongannya teramat mudah bersuara demi solidaritas

Minggu, 16 Oktober 2016

Membaca Mana Maknanya..

 Hari ini saat membaca satu tulisan di media cetak pagi hari sangat setuju dengan salah satu judul di media Jawa Pos Minggu 16 Oktober 2016 " Siswa bisa baca tapi tak tahu makna". 
Program belajar menuntaskan buta huruf yang dirancang oleh pemerintah berhasil . 
Begitupun dengan perintah dalam Al Quran dengan Iqra . Segala kegiatan harus diawali dengan membaca.
Sebagai pendidik sangat merasakan hal-hal tersebut. Siswa /i  ku kuyakini mampu membaca . 
Melek teknologi jago browsing dan lain lain. Dalam kbm yang berlangsung tak jarang kuminta siswaku membaca dan mencari referensi dari internet untuk melengkapi pemahaman . Namun apa yang terjadi ?
Pengalaman dari kbm yang selesai dilakukan , " Bangga jadi anak Indonesia " ku beri tugas siswa/i bimbinganku untuk ber opini . Mempersilahkan untuk mencari referensi dari pendapat berbagai sumber . 
Dan yang terjadi adalah ketika saat para siswa untuk menyampaikan opininya selalu yang diucapkan adalah "saya belum hafal bu ", ucapan memelas dari siswaku . 
" Pendapat mu sendiri apa nak?  tanyaku . Hanya menggeleng 
" Oke, yang kamu tulis apa, pendapatmu sendiri atau tulisan yang kamu ambil di internet?" tanyaku 
" Yang dari internet bu,"
Hmmm sabar ....beberapa kelas yang kuajar selalu dengan jawaban sama. Mencari dari referensi internet dan tak pernah memodifikasi dengan perkembangan yang terjadi . 
Membaca bisa tapi memaknai bacaan yang masih menjadi pr bagi kita semua .