Program Guru Penggerak yg digagas oleh mantan Founder Gojek masih berkesan dan selalu menjadi panduan untuk melakukan refleksi diri. Setiap modul yang dipelajari memberi pencerahan dan pemahaman bermakna dalam aktivitas keseharian
Satu modul yang mengajarkan tentang Pemimpin dan Pengambilan keputusan adalah modul yang dapat menjadi renungan dan analisa sebagai pemimpin. Ya pemimpin itu gak selalu identik dengan jabatan ya. Pemimpin lebih kepada karakteristik diri dalam pengambilan keputusan yg berdampak bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya.
Dalam modul 3.1 Pengambilan Keputusan berbasis Nilai Kebajikan sebagai pemimpin dijelaskan beberapa hal yang melatarbelakangi pengambilan keputusan berdasarkan nilai Kebajikan yang diyakini oleh pemimpin yaitu:
Pendapat individu /kelompok kecil vs pendapat kelompok yg lebih banyak
Rasa keadilan vs rasa kasihan
Kebenaran vs kesetiaan
Jangka pendek vs jangka panjang
Empat paradigma dilema Etika dalam pengambilan keputusan biasa dibicarakan dalam Ruang Kolaborasi dan Eksplorasi Konsep yang dilakukan oleh calon guru penggerak saat itu menjadi satu pembahasan yang menarik untuk bisa menganalisa keadaan yang terjadi dalam kepemimpinan di lembaga tempat CGP .
Ilmu tentang kepemimpinan dalam pengambilan keputusan ini menjadi ilmu yang sangat bermanfaat karena menjadi paham untuk beberapa alasan yang dilakukan pemimpin saat harus membuat keputusan.
Tidak semudah komen netijen dalam berpendapat di media sosial hehehe.
Dan bagi seorang pemimpin yg masih menganut paham atasan tak pernah salah . Dan apabila salah bisa kembali ke asal. Seperti guyonan yg sering terdengar di era 90-an . Pasal 1 atasan gak pernah salah. Kalau atasan salah kembali ke pasal 1.
Melalui kegiatan yg diikuti dalam program guru penggerak banyak hal yg menjadi dilema etika versi ku.
Entahlah semoga bisa tetap waras



