Rabu, 22 Juli 2026

Selamat Pagi Rabu ...

 Rabu memang selalu punya cerita, bisa jadi obat ataupun pembuka luka baru lagi. Pembuka luka baru manakala ada hal yg menjadi pengingat tentang Rabu mencekam masa lalu …bisa dilalui dengan torehan kejadian jatuh bangun tangis dan kemarahan. Dan butuh waktu bertahun-tahun untuk berdamai dengan Rabu, menata ulang tentang trauma Rabu menjadi kedamaian. 

Rabu hari ini menjadi Rabu penyemangat dari sapaan ringan chat medsos dengan pertanyaan kabar . Terimakasih sudah menguatkan aku . Mengobati luka tentang Rabu 





Berani bermimpi…harus !! Belajar sepanjang hayat

 Lewat 6 bulan dengan peran baru. Tak lagi langsung berinteraksi dengan murid dalam aktivitas belajar. Masa adaptasi dengan peran baru masih akan terus berlangsung. Sama halnya dengan ungkapan Belajar sepanjang hayat. Manakala dahulu interaksi dengan murid selalu dapat dilakukan dalam kegiatan layanan klasikal, konseling maupun obrolan ringan. Selalu mendapat insight yg menguatkan untuk tumbuh dan berkembang tak hanya sekedar dalam wacana keinginan saja .                             

Satu semester berlalu tanpa mengikuti proses awal hingga harus mengantar dalam kegiatan perpisahan. Sedih …pastinya. Seperti mengulang tayangan film dengan banyak kisah yang sudah dilalui. Namun ada satu kalimat penggugah yg diucap oleh salah satu muridku ketika bersalaman dan kutanya , mau melanjutkan kemana nak , dia sebutkan satu sekolah yg biasanya itu tak diucapkan oleh murid yg kurang memiliki kepercayaan diri tinggi. Dan aku tersenyum senang sekali karena dari sekian banyak generasi Z akhir dengan karakteristiknya masih ada muridku yang memiliki harapan dan mimpi yang besar untuk masa depannya. Dialog berlanjut dengan kekhawatiran khas orang tua yg mengatakan bisa gak ya bu, senyum tipis dan melanjutkan percakapan dengan ungkapan …yuk dicoba . Hasilnya kita serahkan pada sistem yang ada ya.  POV menarik dari percakapan singkat adalah ketika Gen Z akhir ternyata masih memiliki harapan untuk masa depannya . Love U nak ….bermimpilah yang besar dan segera bangun untuk mempersiapkan diri mengeksekusi mimpi dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk masa depan kalian. Doa kami menyertai langkahmu






Jumat, 24 April 2026

Dilema Etika Pengambilan Keputusan

Program Guru Penggerak yg digagas oleh mantan Founder Gojek masih berkesan dan selalu menjadi panduan untuk melakukan refleksi diri. Setiap modul yang dipelajari memberi pencerahan dan pemahaman bermakna dalam aktivitas keseharian 

Satu modul yang mengajarkan tentang Pemimpin dan Pengambilan keputusan adalah modul yang dapat menjadi renungan dan analisa sebagai pemimpin.  Ya pemimpin itu gak selalu identik dengan jabatan ya. Pemimpin lebih kepada  karakteristik diri dalam pengambilan keputusan yg berdampak bagi diri sendiri maupun bagi lingkungannya. 

Dalam modul 3.1 Pengambilan Keputusan berbasis Nilai Kebajikan sebagai pemimpin dijelaskan beberapa hal yang melatarbelakangi pengambilan keputusan berdasarkan nilai Kebajikan yang diyakini oleh pemimpin yaitu:

  1. Pendapat individu /kelompok kecil vs pendapat kelompok yg lebih banyak 

  2. Rasa keadilan vs  rasa kasihan 

  3. Kebenaran vs kesetiaan 

  4. Jangka pendek vs jangka panjang

Empat paradigma dilema Etika dalam  pengambilan keputusan biasa dibicarakan dalam Ruang Kolaborasi dan Eksplorasi Konsep yang dilakukan oleh calon guru penggerak  saat itu menjadi satu pembahasan yang menarik untuk bisa menganalisa keadaan  yang terjadi dalam kepemimpinan di lembaga tempat CGP .

Ilmu tentang kepemimpinan dalam pengambilan keputusan ini menjadi ilmu yang sangat bermanfaat karena menjadi paham untuk beberapa alasan yang dilakukan pemimpin saat harus membuat keputusan.

Tidak semudah komen netijen dalam berpendapat di media sosial hehehe. 

Dan bagi seorang pemimpin yg masih menganut  paham atasan tak pernah salah . Dan apabila salah bisa kembali ke asal. Seperti guyonan yg sering terdengar di era 90-an . Pasal 1 atasan gak pernah salah. Kalau atasan salah kembali ke pasal 1. 

Melalui kegiatan yg diikuti dalam program guru penggerak banyak hal yg menjadi dilema etika versi ku.                

Entahlah semoga bisa tetap waras