Selasa, 19 April 2011

Kartini adalah IBU

Merayakan hari Kartini setiap tgl 21 April selalu dikaitkan dengan emansipasi wanita. Bagaimana dengan perjuangannya Kartini membuka kesempatan bagi kaum wanita di Indonesia mendapatkan kesempatan menikmati sekolah. Melalui surat-surat yang ditulis oleh Kartini kepada sahabatnya di Belanda yang akhirnya menjadi buku HABIS GELAP TERBITLAH TERANG menunjukkan begitu besar harapan seorang Kartini kepada nasib kaum wanita. Pada zaman itu kesempatan sekolah dan mengenyam pendidikan hanya untuk kaum lelaki. Dan harapan Kartini Alhamdulillah dapat juga terwujud menjadi kenyataan sehingga saya adalah salah satu orang yang akan mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Kartini akan jasa besarnya. Sekarang saya ingin menulis tentang “Kartini” sebagai seorang ibu . Ibu sebenarnya juga adalah seorang Kartini untuk keluarga. Sosok ibu selalu memberi inspirasi bagi orang –orang disekitarnya.Terutama bagi anak-anaknya. Saya pernah mengamati suatu pemandangan yang sangat mengharukan bagaimana seorang ibu sejati rela mengorbankan dirinya untuk anak-anaknya.Hal itu juga merupakan cerminan jiwa kartini. Dan beberapa hari yang lalu saya menangis sedih saat selesai kegiatan konseling dengan anak didik saya yang dalam beberapa pendapat rekan kerja saya dianggap “ bermasalah “ karena jarang hadir di sekolah juga selalu tidak menyelesaikan tugas dengan baik . Untuk kemudian saya mencari tahu ada apa dengan anakku ini. Beberapa data terkumpul dan saya mengambil satu kesimpulan dia kehilangan ibunya yang baru saja meninggal. Ibunya yang selama ini selalu menyayanginya , memperhatikan dan mengurus segala keperluannya , karena sakit yang diderita akhirnya harus pergi meninggalkannya. Dan dimulailah babak baru dalam kehidupannya sebagai anak manusia yang kehilangan arah, kehilangan pegangan . Kartini dalam kehidupannya telah pergi saat dia belum siap untuk menatap masa depan . Kartini siapapun dan dimana pun kau berada akan selalu memberi semangat dan inspirasi . Terimakasih R.A Kartini……

Perjalanan Rezeki

Aku ingat pernah mendengar dari suatu khotbah tentang perjalanan rezeki. Allah SWT memberi rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka. Cicak yang diciptakan Allah yang selalu merayap di dinding apabila di pikir dengan logika kapan ya cicak mendapat makanan akan tetapi ternyata ada saja serangga kecil yang terbang di dekat cicak dan hap…lalu ditangkap. Sementara saya agak heran dengan perilaku orang-orang yang sudah diberi dengan kesempurnaan fisik tetapi tidak mau menggunakan otaknya untuk berpikir mengasah dirinya agar memiliki keahlian.Saya terkagum-kagum dengan orang-orang yang memiliki keterbelakangan fisik tetapi mampu menunjukkan kemampuannya . LUAR BIASA……Dan beberapa hari belakangan ini di salah satu stasiun tv berulang kali ditayangkan seorang anak yang begitu berbaktinya mengurus ibunya yang sedang sakit dan lumpuh padahal anak itu masih dibawah umur..Dan sekarang Alhamdulillah sang ibu yang lumpuh tersebut sudah dibawa ke rumah sakit sementara anak itu di bawa ke suatu panti sosial untuk menampung anak-anak yang membutuhkan bantuan dibawah pengawasan dinas sosial agar anak itu tetap bisa bersekolah. Mungkin perjalan rezekinya melalui tayangan di stasiun televisi yang mengetuk hati pemirsa yang melihat tayangan itu dan kemudian memberi bantuan . Begitu erat kaitan antara rezeki dan silaturahmi. Dalam salah satu hadist disebutkan hal-hal yang dapat mendatangkan rezeki adalah dengan cara menyambung silaturahmi. Aku coba menguraikannya Allah selalu memberi jalan terhadap masalah ataupun kejadian-kejadian yang ditemui dengan caranya karena Allah juga memberi hambanya suatu anugrah yang luar biasa berupa otak dan hati untuk berpikir dan merasakan. Kita selalu bertemu dengan banyak orang, kita akan membuka komunikasi dan mengungkapkan tentang hal-hal yang kita butuhkan dan secara tidak langsung dari silaturahmi tersebut akan membuka peluang bagi kita untuk menjalin suatu kerjasama. Sangat menarik yang telah Allah berikan jalan bagi kita hambanya untuk memperoleh rezeki.Yang pasti semua membutuhkan usaha,kerja keras serta memohon kepada Allah untuk diberi rezeki yang akan mendatangkan keberkahan bagi kehidupannya.

SAYANG DAN CINTA

Dua kata sakti yang semua orang membutuhkannya. Tak perduli usia , pangkat, jabatan ,status sosial, penampilan dll.Ada satu cerita menarik yang baru saja aku dengar dari salah satu anak didikku, tentang perasaannya yang sedang berbahagia..Kata siswaku saya ditembak sama teman saya dan nembaknya romantis banget masa...dia bilang, kalo sayang ungkapin nggak?,kalo kangen gimana?panggil pacar apa?saya jawab emang kenapa?kalo gitu mau nggak jd kangen2an gue,sayang2an gue,dan jadi beb2 gue?ya,saya jawab boleh tapi,dengan catatan harus setia,dan jangan sakiti hati gue.gitu,bu!malu,hehehehehehehe!!! Menyenangkan mendengar kata saying dan cinta dari orang yang kita sayangi dengan sepenuh hati membuat yang mendengar awalnya mungkin akan tertawa tetapi setelah itu akan merasa tersanjung. Luar biasa dahsyatnya Allah memberi anugrah rasa sayang dan cinta untuk mahluk yang diciptakannya. Sementara di lain kesempatan aku sering menggoda rekan kerjaku dengan lagu Jatuh Cinta nya Titik Puspa sambil tersenyum malu-malu ia mengatakan aku sudah tua nik,gak pantas lagi ngomongin cinta. Waduh kenapa harus pesimis dengan usia. Sejak lahir hingga memasuki usia senja setiap manusia butuh disayang dan dicinta. Karena sayang dan cinta adalah suatu energi yang luar biasa akan membuat manusia memiliki semangat untuk hidup.Orang yang sedang sakit parah akan memiliki semangat untuk sembuh manakala dikelilingi orang-orang yang mencintainya karena dia akan merasakan sebagai orang yang masih dibutuhkan. Sementara ada orang yang sehat tetapi memiliki keinginan mengakhiri hidupnya karena merasa tidak ada lagi orang-orang yang mencintainya. Cukup membingungkan juga sayang dan cinta itu harus ditujukan pada siapa dan saat kapan. Semoga saja Allah selalu memberi petunjuk kepada hambanya untuk menempatkan rasa sayang dan cinta pada saat dan waktu yang tepat. Dan apabila saat dan waktunya tak tepat jangan pernah menyalahkan Allah karena pernah memberi anugrah rasa sayang dan cinta itu. Tetapi buatlah rasa sayang dan cinta itu menjadi energy positif penyemangat hidup

Kenapa harus seragam...??

Terkadang melihat warna-warni yang ada begitu menyenangkan mata . Sementara tak jarang justru yang selalu dituntut adalah keseragaman . Aku coba menganalisa tuntutan untuk seragam mungkin dimulai pada zaman orde baru , saat itu pemerintahan Soeharto giat sekali untuk mencuci otak warga negaranya dengan melalui berbagai kegiatan seperti P4 yang apabila dilihat dari tujuan kegiatan tersebut cukup baik namun tidak dibarengi dengan perilaku yang patut di contoh untuk dijadikan teladan.Satu contoh perilaku tak terpuji yang telah dilakukan hasil dari kegiatan P4 adalah perilaku Gayus Tambunan yang menggelapkan pajak untuk keuntungan dirinya , aku mengambil contoh seorang Gayus karena umurku dan Gayus tak terpaut jauh dan pastilah dia juga mengalami kegiatan P4 saat menjadi siswa ataupun mahasiswa . Akhirnya kegiatan P4 juga berakhir seiring dengan lengsernya pemerintahan orba. Dan P4 hanya tinggal kenangan manis yang tak berdampak baik pada perilaku generasi ku, selain yang diingat hanya urusan penataran pola 100 jam dan duduk terkantuk-kantuk mendengar penceramahnya berbicara.Saat kegiatan itu berlangsung proses brain stroming selalu dilakukan untuk menyatukan persepsi sehingga mendukung pemerintah orba saat itu.Bukan lantas aku antipati dengan semua kegiatan orde baru tetapi saat ini aku melihat dari aspek yang berbeda . Keseragaman membuat individu terkungkung dalam hal-hal yang sudah terpatok/ terstandar. Sehingga apabila tak bisa mengikuti keseragaman yang ada dianggap sebagai pembangkang , pemberontak. Dari pola pikir saja orang harus menyatakan keseragaman tak boleh berbeda dengan yang memberi perintah . Padahal kreatifitas lahir dari perbedaan-perbedaan yang ada dan mengembangkannya menjadi suatu hal yang baru dan berguna untuk lingkungannya.Keseragaman akan menghambat lahirnya inovasi-inovasi baru.Seandainya saja kegiatan keseragaman tidak ada mungkin akan banyak lahir kreator-kreator baru yang akan membuat kita menjadi bangsa yang maju dan menghargai perbedaan. Dan tadi pagi saat upacara bendera di tempat ku mengajar , rekan-rekan ku yang menggunakan jilbab memakai jilbal dengan warna yang sama . Kemudian salah satu rekanku berkata besok kita memakai warna yang seragam juga yuk, emangnya cuma mereka yang bisa. Dan aku langsung menyela dengan mengatakan berwarna itu indah .Allah saja menciptakan manusia dengan perbedaan laki-laki dan perempuan,suku,warna kulit dan bangsa yang beragam agar saling mengenal.Kemudian dari perbedaan yang ada agar saling belajar untuk kemudian saling melengkapi. Jadi indahnya berwarna…indahnya keragaman…apabila kita saling melengkapi ,saling berbagi .

Antusias

Tulisan ini kubuat karena terinspirasi dari rekan guru yang mendapat tugas mengajar pelajaran Seni Budaya. Selama aku mengajar di sekolah ini tak pernah kulihat siswa/i ku begitu antusiasnya mengikuti pelajaran SB. Dan beberapa minggu terakhir ini aku mengamati mereka rajin berlatih menari saat bel pulang sekolah telah berbunyi di sepanjang koridor sekolah . Ada semangat, keceriaan dan keriangan yang terlihat saat mereka latihan walau sesekali diselingi dengan cemooh dan umpatan marah karena mulai lelah berlatih.Aku ingat di waktu lalu aku pernah sangat marah sekali karena di pelajaran yang sama juga siswa/i ku tidak tergali potensi seninya dengan baik saat diajar oleh rekan guru yang lain. Mereka hanya diminta untuk mengumpulkan tugas tanpa pernah diajarkan bagaimana proses mengerjakannya. Yang membuatku marah dan kecewa adalah lupakah temanku itu bahwa pendidikan adalah proses memberdayakan manusia dalam membangun kekuatan yang kreatif, dan mampu berpikir, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memecahkan masalah dan membangun berbagai keterampilan. Mulia sungguh mulia tugas guru akan tetapi seringkali dilupakan karena faktor lain yang menghambat kreatifitas guru itu sendiri ataupun kreatifitas siswa yang menjadi asuhannya . Kembali lagi ke cerita antusias siswa/i saat berlatih tari , dengan kelompoknya berlatih tari tradisional maupun kreasi modern. Aku melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, siswa/i ku yang saat ini memasuki masa remaja mulai mempelihatkan beberapa karakteristik yang umum terjadi . Mereka sangat butuh pengakuan dari teman sebayanya . Pengakuan dari teman sebaya merupakan modal bagi remaja untuk membangkitkan percaya diri . Apabila dahulu mereka dikenal dengan sebutan anak mama karena begitu patuhnya dengan orang tua memasuki masa remaja mereka mulai melepas ketergantungan itu dengan berperilaku sedikit memberontak . Remaja juga ingin memperlihatkan ekspresi dirinya sehingga orang tua terkadang sedikit kaget melihat anak manisnya zaman dulu sekarang sudah menjadi seperti ini, tak pernah diduga oleh orang tua. Dan aku mencoba mengkaitkan antara antusias remaja untuk memperlihatkan kemampuan menarinya dengan karakteristik remaja, remaja antusias karena mereka bisa memperlihatkan ekspresi diri mereka dan di usia remaja ini pula mereka membutuhkan pengakuan agar bisa menemukan identitas dirinya dengan baik. Untuk itulah peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing remaja menjadi remaja yang kuat , tangguh dan memiliki prinsip hidup positif