Sabtu, 28 Januari 2012

Cerita awal tahun

Hari pertama masuk dan mengajar di tahun 2012. Dengan semangat mengajar aku menuju sekolah dan ingin bertemu para siswaku yang kurang lebih setahun tak bertemu ( libur akhir tahun selama 2 minggu) . Ada beberapa kelas yang diakhir semester ganjil aku tak bertemu untuk tatap muka di kelas. Dan di hari pertama ini aku masuk , aku memberi satu kalimat sakti kepada siswa/i ku saat aku membagikan satu potongan karton manila berwarna merah jambu dan biru muda. Aku katakan saya menghipnotis kalian dan anggap saja karton yang saya berikan ini berwarna merah dan hijau dan gambarkan bentuk apel di karton merah dan hijau tersebut setelah itu gunting sesuai dengan bentuk apel yang sudah di gambar. Setelah siswa ku selesai menggambar bentuk apel yang di buat aku menyuruh mereka untuk menuliskan minimal 3 harapan diri di gambar apel berwarna hijau dan 3 harapan terhadap kelas di gambar apel berwarna hijau. Saat mereka selesai menulis 3 harapan di apel merah aku meminta mereka untuk menyebutkan dengan lantang berkaitan dengan harapan diri tersebut dan ada sesuatu yang lucu ketika salah seorang siswa mengatakan saya ingin jadi anak sholeh, dan teman-temannya langsung nyeletuk cie…..saya pun ikut menimpali dengan bertanya siapa nama orang tuamu , apabila nama bapakmu adalah sholeh pasti kamu bisa jadi anak sholeh. Dan semua teman-temannya langsung tertawa tak ketinggalan siswa tersebut.Anaknya sholeh pasti bapaknya pak sholeh

Senin, 23 Januari 2012

Maaf ya nak....

Ingat ungkapan yang berbunyi apabila tak mau merasakan sakit saat di cubit jangan mencubit. Tapi mungkin ungkapan itu hanya berlaku bagi sang korban yang di cubit tak berlaku bagi pelaku yang mencubit. Ungkapan mencubit dan di cubit. Hal sepele tapi ternyata bermakna besar. Saat menonton tayangan televisi yang memberitakan tentang makin tak amannya menggunakan kendaraan umum ( angkot ) bagi penumpang wanita. Seperti kesetanan sang pelaku lupa diri melakukan hal tak pantas di dalam angkot kepada penumpang wanita yang tak berdaya.Setan apa yang sudah merasuki pikiran bejatnya. Tak terpikirkah olehnya atau mereka oknum pelaku seandainya mereka atau keluarga mereka yang diperlakukan seperti itu.
Ungkapan mencubit dan di cubit mungkin juga bisa di ungkapkan dalam bentuk yang lain, aku memberi ungkapan sebagai pelaku dan korban. Pelaku dengan gampang melupakan hal-hal yang telah dilakukannya tak disadarinya bahwa yang dilakukan berdampak psikologis berkepanjangan sementara si korban mengalami trauma yang tak mudah untuk dilupakan. Hal yang mengganggu pikiranku saat aku dikabarkan oleh rekan wali kelas tentang siswa yang aku bimbing mengalami bullying oleh salah satu rekan kerjaku yang lain berdasarkan laporan dari orang tuanya.Sang siswa sampai sakit 2 hari tak masuk sekolah karena takut sekali dengan sang pelaku bullying. Dan yang membuat aku menyesal sekali adalah manakala kejadian itu terjadi aku sedang tugas keluar kota untuk waktu yang cukup lama. oh ...anakku maaf kan ibu tak bisa membantu mu. Walau sudah sangat terlambat akhirnya aku panggil juga siswa tersebut untuk mencari informasi tentang kronologis kejadian . Dan terkaget -kaget lah aku, siswa ku dipaksa untuk meminta maaf atas kejadian bullying yang menimpanya . Sang korban diperlakukan bullying lagi secara psikis. Menurut siswaku di harus minta maaf dan mengaku bahwa tersenyum saat belajar adalah hal yang tercela. Ketika aku melakukan cros chek atas kejadian tersebut kepada rekan sejawat hal ini yang lebih membuat ku semakin kaget dan merasa malu hati dengan entengnya rekanku mengatakan aku lupa tuh, anaknya yang mana ya......?????????
Oh Tuhan ku...ampuni lah dosa kami guru-guru yang mudah memberi label, vonis dan hukuman baik fisik maupun psikis kepada siswa/i yang kami ajar . Kami masih manusia biasa yang tak luput dari khilaf.

Rabu, 04 Januari 2012

Bahagia dan ikhlas

Ternyata bahagia tak selalu terletak pada materi saat aku melihat satu keluarga pemulung dengan gerobaknya 3 orang putri kecilnya yang memakai jilbab penahan panas matahari siang dan dinginnya malam duduk dengan tertawa riang bersama saudaranya diatas gerobak yang ditarik sang bapak dari depan lalu didorong si ibu dari belakang satu gambaran hidup sederhana namun sarat makna....

Indahnya hidup ketika kita menjalaninya dengan keikhlasan. Seperti yang tergambar pada orang tua yang bekerja sebagai pemulung. Lelah dan letih setelah seharian berjalan mencari sampah yang bisa didaur ulang bersama dengan keluarganya berkeliling kampung dan mengakhiri perjalanan di malam hari untuk menyetor pada agen . Agar hasil berkeliling seharian itu dapat segera ditukar dengan kebutuhan hidup yang harus segera di penuhi

Sementara ketiga putri kecilnya tetap tak kehilangan keceriaan masa kecilnya saat tetap harus ikut bersama dengan orang tuanya berpanas dan kedinginan diatas gerobak dan berkeliling kampung...menyenangkan selalu bersama dengan orang tua walau dengan keterbatasan materi. Dan sebenarnya tak juga selalu yang diharapkan oleh para buah hati kita berbentuk materi...kehadiran secara emosional saling membutuhkan dan dibutuhkan sebagai bagian keluarga adalah hal yang paling utama.

Peran sang ibu yang selalu setia dan tak mudah menyerah untuk mendukung suami mencari penghasilan yang halal merupakan dorongan yang amat dibutuhkan dalam suatu keluarga. Karena tak jarang melihat gambaran nyata yang berbeda 180 derajat , istri yang selalu mengeluh dengan hasil yang diberikan sang suami menuntut suami untuk melakukan hal-hal diluar batas kemampuannya . Atau suami yang terlalu amat sangat ingin membahagiakan istri dan anak-anaknya sehingga melakukan ha-hal yang tak terpuji . Dan ternyata tak juga merasakan bahagia.....

Bahagia dan Ikhlas dua hal yang mudah diucapkan tapi tak mudah untuk didefinisikan menurutku.....

Renungan untuk Guru

Di semester 1 ini aku mengajar materi Multiple Intelegence dan ternyata begitu luar biasa kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Dan aku merasa sebenarnya aku tak memberi umpan yang baik kepada siswa/i ku dalam pengembangan kecerdasan yang mereka miliki. Meskipun tak kupingkiri tak semua siswa yang ku bimbing memberi respon yang baik pula tetapi bagian kecil yang memahami tujuan ku untuk memberi materi tentang kecerdasan majemuk tersebut cukup memberi penghiburan bagi ku bahwa ketika kita sebagai guru memulai dengan memasuki dunia mereka ( siswa ) mereka akan merasakan bahwa mereka dianggap, diperhatikan , penting dan memiliki nilai. Karena aku meyakini sekali semua yang diciptakan Allah memiliki rasa dan keinginan untuk dihargai sebagaimana dia diciptakan oleh sang penciptaNYA . Aku pernah merasakan bagaimana rasanya tak dihargai oleh pemimpin di tempatku bekerja karena statusku yang masih honorer ( status dalam karir bukan kehendakku) selalu dengan kekuasaan yang dimilikinya beliau mengancam dan mengintimidasiku dengan ancaman akan memberhentikanku secara sepihak karena aku dianggap tak loyal pada kepemimpinannya dan benar sebagai manusia normal yang ingin merdeka dari penindasan sepihak aku memberontak dengan mengatakan saya disini bekerja bukan hanya berpangku tangan dan mengharapkan gaji yang memang menjadi hak saya. Hidup dan kehidupan saya Allah yang menentukan bukan karena arogannya sang manusia yang sedang diberi amanat untuk berkuasa . Kembali pada cerita yang kulakukan dengan para siswaku disekolah dengan segala keterbatasan ku sebagai manusia aku berusaha keras untuk memasuki dunia remaja mereka . Sering saat sudah bel pelajaran berganti aku memasuki kelas mereka dan mereka masih sangat asyik bercengkerama dengan teman-temannya dan apabila sudah begitu repot dan stress yang aku hadapi apabila aku tetap ngotot untuk langsung masuk pada materi . Guyonan mereka aku timpali dan sesekali ikut membanyol mengikuti gaya dan karakter tiap kelas yang berbeda. Dengan cara bercerita , mematikan lampu di ruangan kelas, menyuruh mereka berdiri diatas bangku dan melihat ke jendela . Barulah setelah itu aku memulai menyampaikan tujuanku untuk materi pelajaran hari itu.Walau tak semua siswa yang kubimbing setelah aku melakukan hal-hal itu kemudian bisa langsung konsentrasi pelajaran beberapa ada yang masih dengan gaya slow motionnya….cuek dan agak tidak perduli tapi justru disitulah letak tantangannya.Kalau mengikuti tulisannya Pak Munif Chatib dari buku Gurunya Manusia bagaimana mungkin siswa mampu mengikuti pelajaran dengan baik apabila sang siswa yang menjadi sasaran dan subjek utama tak merasa dihargai keberadaannya. Sang guru masuk ke kelas seperti memasuki pabrik dan menemui benda-benda mati yang tak memiliki perasaan untuk dihargai. Marah saat siswa lupa membuat tugas yang diberikan , berisik dan ramai tak menentu. Tapi yang membingungkan justru saat akhir masa belajar guru-guru seperti pegawai pabrik tersebut akan sangat bangganya membawa tentengan (kalau pake istilah kpk hasil gratifikasi). Puaskah kita hanya dengan tentengan yang kita bawa tetapi tak ada dalam hati mereka para siswa yang kita ajar, bimbing dan didik untuk kurun waktu tertentu ?

Minggu, 01 Januari 2012

Semangat baru...

Dentuman petasan bersahut-sahutan di langit yang sedikit mendung. Pergantian malam tahun baru selalu di barengi oleh pesta kembang api dan petasan juga ditemani beberapa penganan untuk pengganjal perut menunggu waktu berganti.Sebelumnya aku beredar di pasar untuk mencari pesanan putra/i ku yang minta di belikan petasan agar acara malam tahun barunya bersama dengan teman-teman di rumah meriah .Tak ingin untuk memupus kesenangan aku pun menuruti dan membelikan juga. Tetapi tetap dengan pemikiran ...tak konsisten ya, melarang untuk merokok atau memasang petasan tetapi saat pergantian tahun justru barang -barang tersebut sangat dicari. Banyak orang rela menghabiskan puluhan mungkin ratusan ribu untuk membeli petasan . Dan untuk merokok , aku sering mendengar petuah / nasehat orang tua yang melarang anaknya merokok ketika masih bersekolah " bakar duit namanya" . Lantas ketika sang putra sudah bekerja oke-oke saja melihat anaknya merokok atau mungkin tak berdaya untuk melarang karena duit yang dibakar bukanlah uang orang tuanya. Pembelajaran yang tak konsisten. Begitu juga dengan petasan atau kembang api , pabriknyanya ditutup tetapi barangnya dicari -cari...oh aneh dan sangat aneh negeri ini. Satu lah lagi yang menjadi perenunganku sebagai orang tua ,manakala putraku minta diajak bermain di Time Zone, sewaktu menemaninya bermain setelah membelikan koin untuknya aku terheran-heran, ternyata yang dimainkan adalah pertarungan antara binatang dengan binatang yang lain ...wah bentuk penjajahan gaya baru nih...karena seingatku sewaktu aku kecil oleh guru ngajiku selalu ditekankan tak boleh berjudi, mengadu ayam dll...Ternyata saat besar tehnologi semakin maju kegiatan berjudi dan mengadu binatang dikemas dalam bentuk yang amat sangat menarik...menghindari tehnologi tak mungkin hal itu sangat di butuhkan . Mungkin lebih tepatnya memberi pengertian kepada putra/i kecil kita bahwa hal itu bentuk lain dari melakukan perbuatan mubazir....Dan menghadapi tahun baru juga tak selalu harus dirayakan dengan berbagai macam pesta untuk sekedar mencari kemeriahan sesaat saja. Memang hidup tak selalu harus dihadapi dengan serius tapi juga jangan bertindak mubazir . Semangat untuk terus melakukan yang terbaik adalah hal yang paling utama dilakukan sepanjang hari sampai dengan tahun berganti lagi...

Selasa, 27 Desember 2011

Motivasi atau intimidasi...???

Hari terakhir di penghujung semester ganjil di lalui dengan kegiatan yang menyenangkan karena ada penghargaan bagi siswa-siswa yang memperoleh prestasi baik . Suatu kemajuan yang sangat berarti yang dahulunya tak pernah dilakukan hal demikian . Meskipun tak selalu sempurna karena dengan ketidak sempurnaan itulah akan selalu di lakukan perbaikan -perbaikan. Sebagai bahan untuk evaluasi. Tetapi cukup kaget juga ketika mendengar amanat dari pembina upacara yang memberi informasi tentang ( KKM) di sekolah ku yang akan naik terus dari tahun ke tahun. Terbayangkan olehku bagaimana panik dan galaunya siswa/i ku untuk dapat mencapai standar kkm dan juga beban dari orang tua untuk memacu semangat belajar putra-putrinya. Jadi ingat beberapa waktu yang lalu sebelum ujian akhir semester dimulai , ada suatu kejadian yang dapat dijadikan perenungan. Manakala ada sms masuk ke hp rekanku yang isinya agak menyayangkan sikap rekanku yang merangkap wali kelas anaknya . Orang tua siswa tersebut melihat begitu tertekannya anaknya yang harus menghadapi ujian akhir. Sehingga sering hal-hal yang harusnya dilakukan oleh remaja seusianya jadi dilewati demi bisa meraih nilai terbaik, hingga akhirnya orang tua tersebut menjadi panik karena mengamati buah hatinya tak lagi seperti umumnya remaja normal malah terlihat tertekan dengan "motivasi atau intimidasi " dari walikelasnya untuk belajar dan terus belajar. Aku pun tak tau sebenarnya harus memberi motivasi atau mengintimidasi agar siswa/i mau belajar dengan tekun . Hanya pencerahan yang terjadi manakala selesai membaca satu buku yang sangat inspiratif " Sekolahnya Manusia" buah karya Munif Chatib seperti terbangun dari tidur panjang yang melelahkan karena ternyata selama ini tak mengajar dengan benar justru berlaku seakan-akan mengajar paling merasa benar . Tak mengindahkan kebutuhan yang diajar, bahwa merekalah yang harusnya paling dipahami kebutuhannya malah diperlakukan hanya sebagai objek untuk sebuah citra nama baik sekolah, guru dan gengsi kepala sekolahnya. Lantas dimana sebenarnya meletakkan kata-kata motivasi yang tepat agar siswa tak merasa dianggap hanya sebagai objek dari suatu gengsi para pengajarnya . Kembali pada semboyan Tut Wuri Handayani yang pernah diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara lebih lengkapnya adalah ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani sehingga menjadi sangat indah manakala pendidik dapat memberi teladan ketika ada di depan, memberi motivasi dan sumber inspirasi saat di tengah dan selalu memberi motivasi dan dorongan sesuai potensi siswanya saat siswanya berada di depan...



Hampir di akhir....

Tahun 2011 akan berlalu dalam beberapa hari yang akan datang...Dan mulai dengan tahun yang baru tahun 2012. Tahun yang menurut ramalan dari beberapa peramal adalah tahun berakhirnya kehidupan di dunia. Membuat bulu kuduk merinding saat membayangkan apabila benar terjadi kejadian yang disebut dengan kiamat tersebut. Apalagi sering digambarkan oleh film-film Holywood tentang heboh dan gemparnya dunia menjadi sangat kacau ketika hal itu terjadi.Sementara dari kisah para Nabi yang memuat cerita hari akhir tak pernah disebutkan secara pasti akan kapan datang nya hari akhir tersebut. Hanya yang diinformasikan tentang tanda-tanda akhir zaman dengan semakin banyaknya keganjilan yang terjadi.Dan ternyata keganjilan itu pun tak menjadi bahan perenungan untuk memperbaiki diri dan perilaku. Semakin di beritakan di media tentang keganjilan semakin banyak orang yang berlomba2 untuk meniru mungkin dengan harapan akan sama terkenalnya.Seperti pembuat keganjilan yang pertama. haha aneh....bahkan akan menjadi aneh manakala tak ikut-ikutan berbuat keganjilan .