Kalimat mirip-mirip seperti itu beberapa
kali kudengar dari pejabat yang mengingatkan bawahannya untuk berhati –hati
ketika berhadapan dengan siswa-siswa yang pintar .Kurang lebih pernyataannya
seperti ini” anak-anak sekarang pintar-pintar tapi kita tetap harus jeli karena terkadang kepintaran mereka
digunakan untuk ngakalin gurunya. Oh ….begitu ya ? Pinternya untuk minterin
orang . Tapi saat tertentu terdengar juga keluhan “ anak-anak tuh gimana sih dikasih
tau berulang kali gak ngerti juga . Loh jadi sebenarnya mereka pintar atau
tidak ya ???. Lanjut dengan pernyataan pejabat tersebut, Lebih baik mengajar
anak bodoh tapi santun dibanding pinter tapi licik …..Nah lo ???? Ketika tak
pintar dan tak mencapai standar kkm apa yang akan terjadi dengan si anak “
bodoh “ ? Maaf silahkan mencari tempat yang sesuai dengan kemampuan anda
#sambil tepok jidat .
Rabu, 13 November 2013
Minggu, 22 September 2013
Lagi-lagi tentang KKM
Ada keprihatinan ketika siswaku mengeluh tentang kkm yang tinggi . Saat tiba di sekolah dengan wajah berseri di pagi hari , mendadak hilang seiring bunyi bel sekolah . Memulai belajar sama dengan memulai ketegangan . Nasehat yang diberikan oleh pengajar yang masuk ke kelas tak jauh-jauh dari " motivasi standar kkm yang harus dicapai oleh peserta didik " .
Masa indah di sekolah hilang lenyap dikejar-kejar dengan standar kkm . Dan ada beberapa beberapa kelompok siswa yang bereaksi berbeda dengan standar kkm tersebut. Ada yang termotivasi untuk tekun meraih nilai terbaik dengan usaha yang baik pula.
Ada yang cuek walau sangat paham kemampuannya toh nanti akan ada remedial kedua, ketiga atau 'nilai kasih sayang' . Dan ada pula yang stres bahkan sakit menjelang ulangan .
Kejadian yang terus berulang terjadi pada peserta didik . Tak lagi bisa menikmati kehidupan remaja dengan aktifitas mengembangkan bakat dan potensinya . Semua tuntutan akhirnya bermuara pada pencapaian nilai kkm .
Dan seperti latah ikut-ikutan terkena wabah standar kkm . Orang tuapun dibuat panik ketika putra-putrinya mengalami kesulitan mencapai standar kkm yang telah ditetapkan oleh lembaga pendidikan .
Berbondong-bondong lah mendaftarkan putra/i nya pada bimbingan belajar atau meminta privat pada guru yang mengajar . Terjadi simbiosis mutualisma sama-sama mendapat keuntungan .....
Sementara peserta didik yang katanya ( bahasa ideal ) di UU Sisdiknas adalah subjek pendidikan . Kenyataannya tetap takluk dengan standar kkm .
Ironisnya ketika kkm telah terlampaui pun tak menjamin kemampuan kognitif yang bertambah pada siswa .
Siswa terbiasa melakukan cara instan untuk memperoleh nilai dengan sks ( sistem kebut semalam ) .
Maka dari itu apa yang diharapkan dari tuntas dan terlampauinya standar kkm ketika yang terjadi pada kenyataannya tak ada yang berubah dari kemampuan kognitif .Hanya sekedar hafal sesaat untuk dapat menjawab soal-soal ujian . Setelah itu .....Terserah anda
Hari-hariku
Lama tak menulis dengan berbagai kejadian yang dilalui. Dari mulai rutinitas bangun dini hari sembari berdoa memohon kemudahan hari yang akan dilalui. Memohon juga agar tak ketinggalan rangkaian kereta dan perjalanan comuter yang tak mengalami hambatan. Tertinggal kereta berdampak pada berpacunya adrenalin dan kegelisahan . Telat deh...dikunciin deh...
Berpacunya adrenalin dan kegelisahan masih berlanjut saat pulang kantor . Dengan kepenatan yang telah dilalui seharian . Kembali deg-degan khawatir tertinggal kereta dan menunggu jadwal kereta selanjutnya . Yang sudah pasti jauh lebih penuh sesak . Dengan sebutan sore tak manusiawi
Berpacunya adrenalin dan kegelisahan masih berlanjut saat pulang kantor . Dengan kepenatan yang telah dilalui seharian . Kembali deg-degan khawatir tertinggal kereta dan menunggu jadwal kereta selanjutnya . Yang sudah pasti jauh lebih penuh sesak . Dengan sebutan sore tak manusiawi
Rutinitas perjalanan yang melelahkan . Seperti tak ada pilihan . Harus dijalani . Sembari berdoa semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam beraktifitas.
Sabtu, 31 Agustus 2013
Kesepakatan anak Indonesia
Memasuki minggu terakhir di bulan Agustus materi yang kuberikan masih berkaitan dengan moment kemerdekaan . Di minggu awal masuk sekolah setelah menjalani libur hari raya Idul Fitri 1434 H , suasana kemerdekaan masih terasa dan sampai di minggu terakhir di bulan Agustus ini kulanjutkan moment kemerdekaan itu . Kutemukan cerita-cerita menarik dari pemikiran yang ditulis oleh siswa/i ku saat aku meminta mereka membuat kesepakatan bersama untuk Indonesia . Ada poin tak umum untuk di renungkan untuk kita sebagai warga negara Indonesia .
Diantaranya melestarikan budaya, adat istiadat dan kuliner Indonesia. Adat istiadat dan kuliner merupakan barang mahal dan asing di generasi penerus .
Apakah generasi penerus cukup kenal dengan budaya bangsanya? Yang dikenal oleh mereka saat ini adalah K-Pop , artis korea , Manga Jepang makanan asing Pizza, Spagheti , Hamburger.
Jadi cukup terperanjat ketika mengoreksi tugas mereka . Ya mungkin seperti tugas biasa bagi orang lain .Tapi menurutku beda karena yang diungkapkan tak hanya sekedar basa-basi seperti yang sering diucapkan para politisi ketika berteriak-teriak saat kampanye . 'Memberikan pendidikan gratis, kesehatan , bebas korupsi . Itu program yang semua orang selalu mengungkapkan . Bagaimana pun juga aku hargai dan apresiasi gagasan dan ide-ide anak-anak hebatku calon pemimpin masa depan . Semoga di tangan mereka Indonesia masa depan lebih baik, lebih berkarakter . Sesuai karakter bangsa Indonesia . Semoga dan itu doaku . Untuk masa depan mereka dan untuk masa depan Indonesia.
Diantaranya melestarikan budaya, adat istiadat dan kuliner Indonesia. Adat istiadat dan kuliner merupakan barang mahal dan asing di generasi penerus .
Apakah generasi penerus cukup kenal dengan budaya bangsanya? Yang dikenal oleh mereka saat ini adalah K-Pop , artis korea , Manga Jepang makanan asing Pizza, Spagheti , Hamburger.
Jadi cukup terperanjat ketika mengoreksi tugas mereka . Ya mungkin seperti tugas biasa bagi orang lain .Tapi menurutku beda karena yang diungkapkan tak hanya sekedar basa-basi seperti yang sering diucapkan para politisi ketika berteriak-teriak saat kampanye . 'Memberikan pendidikan gratis, kesehatan , bebas korupsi . Itu program yang semua orang selalu mengungkapkan . Bagaimana pun juga aku hargai dan apresiasi gagasan dan ide-ide anak-anak hebatku calon pemimpin masa depan . Semoga di tangan mereka Indonesia masa depan lebih baik, lebih berkarakter . Sesuai karakter bangsa Indonesia . Semoga dan itu doaku . Untuk masa depan mereka dan untuk masa depan Indonesia.
Amalan ...Loyalitas...dan Profesionalitas
Bagaimana menerapkan amalan, loyalitas dan profesional dalam dunia kerja?
Pantaskah ketika kegiatan kerja yang sudah dilakukan sesuia dengan tupoksi tak mendapat penghargaan berupa tunjangan. Dapatkah hal seperti itu dikatakan sebagai amalan ? Ketika yang memberi perintah (sebagai atasan ) ternyata juga tak melaksanakan tupoksi sebagai mana tertuang dalam perjanjian sumpah pegawai . Mungkin pemahaman awamku jauh dari sekali dari tuntutan "profesional " pejabat di birokrasi .Profesional selalu didengungkan dalam dunia kerja , tapi seakan-akan profesional dalam bekerja hanya menjadi kewajiban bagi bawahan . Ketika sudah menjadi pejabat bagaimana menerapkan profesionalitasnya? Tak melaksanakan tupoksi dan berdalih ada rapat diluar masih disebut profesional kah?Sementara berapa berapa puluh kepala generasi masa depan yang tak terlayani dengan tupoksinya . Ketika bawahan menolak untuk patuh dengan pemimpin yang tak melaksanakan tupoksi dapatkah bawahan tersebut diberi label " tak loyal " . Loyalitas itu ditujukan pada siapa sih ? Pada pekerjaannya atau pada atasannya? SO...Bagaimana menerapkan ketiga hal tadi , amalan ,loyalitas dan profesional ?
Minggu, 25 Agustus 2013
Hari Rabu dan sepatu Cinderella
Sepertinya jadi antipati dengan hari Rabu , dimulai dengan hari Rabu yang penuh tanda tanya di akhir 2012. Menjelang dini hari ketika melaksanakan sholat tahajud di malam hening , sambil kupanjatkan doa memohon semoga di hari Rabu ini dapat menjadi orang yang sabar dan bijak . Harapan dan doa tak selalu dikabulkan . Dimulailah hari Rabu pagi disertai alunan musik 007 . Dengan terburu-buru selesai menjalankan sholat subuh langsung GO menuju stasiun Depok untuk menjadi roker .Sesampai di stasiun masih dengan terburu-buru berusaha cepat untuk bisa naik kereta di jalur 2.
Namun apa yang terjadi ? Di pintu masuk stasiun peron terhalang . Palang pintu tak terbuka . Apa yang salah dengan kartu multitripku ? Dibantu petugas sambil menuduh , mungkin ibu tidak gate kemaren katanya . Aku jawab gak ada masalah kok kemaren waktu keluar dari stasiun ini dengan nada mulai jengkel . Kembali ucapan menuduh dilontarkan petugas stasiun , gak ada pulsanya kali. Hohoho lagi diuji ternyata ya.
Berhasil dilewati juga palang pintu walau harus dilalui dengan adu mulut . Waduh pagi-pagi tuh awal yang menyenangkan nih.
Sesampai di stasiun Manggarai rasa syukur kupanjatkan masih ada waktu untuk sampai ke sekolah . Bergegas keluar kereta dan pindah di jalur 1. Lewat 10 menit dari jam 6 pagi tak ada informasi kapan keretanya akan berangkat. 15 menit dari lewat dari jam 6 masih terdengar informasi " masih tersedia kereta untuk tujuan Tanah Abang -Jatinegara . Tapi kapan berangkatnya mulai gelisah karena khawatir terlambat. Lewat 25 menit informasi kembali diumumkan " Kereta di jalur 1 belum bisa diberangkatkan masih menunggu pemeriksaan rangkaian . Ampun deh ....pasti terlambat nih pikirku pasrah . Jam 6.30 lewat pintu gerbang sudah pasti dikunci . Ya sudah mo gimana lagi Manusia berusaha Tuhan menentukan ( mencoba sabar).
Ternyata urusan dengan kereta Comuter di hari Rabu tak hanya berhenti sampai disitu . MAsih berlanjut kisah hari Rabu . Sore selesai melaksanakan tugas mencerdaskan anak bangsa dengan terburu-buru. (lagi2) menuju stasiun agar bisa mengejar naik kereta dengan jadwal keberangkatan jam 15.12. sampai di stasiun jam 15.15 bertanya kepada petugas kereta untuk tujuan Bogor posisinya dimana? Dijawab dengan santai keretanya terlambat yang harusnya berangkat jam 15. 12 aja belum datang . Keterlambatan lebih dari 30 menit . Masih hari Rabu dan masih di uji kesabaran . Tak berharap mendapat kursi tempat duduk karena penumpang yang naik di setiap stasiu semakin berjubel . Membunuh rasa bosan browsing sambil mendengarkan musik dari hp. Penumpang yang duduk di depan tempaku berdiri memberi kode bahwa ia akan turun di stasiun Lenteng . Aku perhatikan di sekeliling ku ada beberapa ibu yang usianya jauh diatasku dan aku berniat mempersilahkan ibu tersebut untuk duduk . Belum bisa bergerak leluasa terdengar teriakan dirsertai tangan yang menghalangi ku untuk duduk ( siapa lagi yang mau duduk ) ' yang muda ngalah ' Kebalikan ya biasanya yang tua yang ngalah . Dan kejadian hari Rabu tak berhenti di situ .Saat hampi memasuki stasiun Depok Lamamulai bersiap-siap untuk turun dan medekati pintu . Aduh bergeser tempat saja susah apalagi melangkah . Dan dimulailah kejadian sepatu Cinderella. Para penumpang yang punya tujuan untuk turun di stasiun Depok Lama berusaha untuk turun dan saling mendorong . Ketika terdorong turun sepatu Cinderella ku tertinggal karena diinjak oleh penumpang lain . Tak ayal aku pun menunduk dan mencari sepatu ku . Lagi-lagi apes aku dibentak oleh penumpang lain karena dianggap menghalangi jalan mereka . Dan Cinderella tak diam saja kembali membentak , ' sepatu saya ketinggalan ' . Gak kebayang deh kalo sampai sepatu ku tak langsung kutemukan khawatir akan ada pangeran yang datang mengantarkannya kepadaku ....oh hari Rabu.....hari Rabu....
Kursi...
Kalo sudah urusan kursi gak pandang usia ya. Ingat dengan tayangan Kick Andy yang menayangkan bintang tamu sentilan sentilun . Karena kursi orang bisa saling membunuh . Untuk mendapatkan kursi berapapun modal dikeluarkan .
Dan hal itu tak hanya terjadi pada lembaga legislatif saja ternyata . Di angkutan umum di kereta , di sekolah , di kantor . Wah hebat banget kedudukan "kursi " dalam kehidupan di dunia .
Baru saja terjadi pada rangkaian Comuter yang yang sedang kunaiki . Ketika aku tak memperdulikan tempat duduk di hadapanku yang akan ditinggalkan penumpang yang tadi menduduki kursi tersebut . Tiba-tiba dari samping kiriku langsung menyerobot sembari bersuara kencang . Yang muda ngalah . Bener kan kalo sudah urusan kursi tak pandang usia , tak pandang penampilan . Yang penting bisa enak , nyaman . Memakai prinsip kalo bisa enak kenapa cari susah.
Langganan:
Postingan (Atom)