Kamis, 11 September 2014

Celotehan Anakku....

Seperti biasa saat selesai menemani putra-putriku belajar. Ada obrolan lucu yang biasa diungkapkan oleh mereka berdua . Terkadang aku menempatkan jadi pendengar yang baik , ikut tertawa ngakak ketika celotehan menggelitikku. Dan berceritalah putra dan putriku tentang cerita masa kecil mereka yang suka berimajinasi.Berkhayal mau membuat pesawat terbang dan akan mengajak teman-teman satu komplek untuk berlibur naik pesawat khayalan mereka . Kuingat waktu itu ayahnya pun ikut sibuk untuk mencetak karcis khayalan . Untuk naik pesawat khayalan tersebut teman-temannya cukup dengan membayar menggunakan dedaunan . Cukup heboh juga ketika itu karena beberapa orang tua ikut-ikutan bertanya kepadaku menanyakan kebenaran cerita putra-putriku . 
Saat ini setelah mereka beranjak abg mereka sering bernostalgia cerita masa lalu diawali dengan dengan ejekan dari teman-temannya yang mengatakan putra-putriku adalah raja dan ratu penghayal. Berimajinasi melulu ejek temannya. Tanpa berpikir panjang langsung dijawab kompak oleh kedua putra-putriku ....kalo kami penghayal terus yang ketipu siapa ...??? Ngakak lah tawaku membahana. 
Kalo pake istilah pedagogik teorinya Bloom anakku sudah tahap aplikasi daya nalar ...kereeeeen kan semoga tetap bisa kritis dan terarah

Rabu, 10 September 2014

Potret Negeriku

Sekolah dimana tanyaku pada 3 bocah usia SD yang duduk di belakang mejaku sedang asyik menyantap satu ice cream cone dengan 3 mulut bergantian . Serempak menjawab di Master . Master adalah sebuah lembaga pendidikan di kota Depok yang didirikan untuk memfasilitasi kebutuhan anak-anak jalanan. Kelas berapa tanyaku lagi , beragam jawaban mereka, aku kelas 2, aku kelas 3, iya aku juga kelas 3. Diajarin apa aja di sekolah Master kataku melanjutkan pertanyaan. Dengan jawaban antusias ngaji , berhitung dan nari . Dan dialog itu terjadi kali kedua kutemui 3 bocah di waktu yang sama . 
Padahal aku dan putriku belum selesai menyantap makanan di restoran cepat saji saat ketiga bocah tadi mengambil tempat duduk di tempat yang sama dengan posisi awal kedatangan . 
Masih dengan satu ice cream di kerubutin 3 mulut . Kok jajannya banyak banget kataku kembali bertanya . Ice cream terus lagi , dijawab lugas . Iya tadi di jalanan ada yang ngasih goceng (5000) rupiah . 
Berlanjutlah celotehan mereka yang membuatku tersenyum mikir . Kita kaya orang kaya ya bisa makan disini. Dijawab temannya sambil bercanda kaya monyet ....tertawa riang . 
Anak-anak tetaplah anak-anak dengan keriangan mereka walau beban hidup berat harus mereka tanggung di jalanan. Bersyukur pula masih ada orang-orang yang peduli dengan nasib masa depan mereka . Hak mereka untuk mendapat pendidikan diakomodasi dengan baik di sekolah MASTER . 
Mereka tetap bisa tertawa bahagia dalam keterbatasan finansial keluarga . Riang gembira tanpa beban tuntutan tugas-tugas yang menumpuk di sekolah formal yang terkadang tak manusiawi dan menghilangkan senyum ceria di wajah generasi penerus bangsa . 
Potret negeriku dengan beragam ceritanya .

Sabtu, 06 September 2014

Tematik Banci

Tahun ajaran baru sudah berjalan sebulan lebih. Gaung tentang hebatnya kurikulum 2013 juga sering di dengungkan oleh kementrian pendidikan melalui media elektronik dan cetak. Sebagai yang berkecimpung dalam dunia pendidikan dan memahami filosofi kurikulum 2013 aku setuju. Kurikulum ini sangat humanis. Memahami peserta didik sebagai penentu arah masa depannya. Tugas gurulah untuk mengeksplore semua potensi kemampuan peserta didik. Tak hanya menilai dari satu aspek saja. Aspek kognitif semata. Karena akan menjadi bencana bagi siswa yang tak punya kemampuan kognitif berlebih. Akan selalu dianggap sebagai siswa "bodoh " karena tak mampu mencapai standar kognitif yang telah ditetapkan oleh lembaga pendidikannya melalui kriteria ketuntasan minimal dengan cara menjawab soal-soal tertulis. 
Kebetulan aku pun mendapat langsung dari sumber-sumber yang menggodok lahirnya kurikulum 2013, sangat menyenangkan . 
Ternyata tak begitu dengan kenyataan yang terjadi dilapangan .Guru sebagai ujung tombak suksesnya kurikulum 2013 tak merasakan gereget hebatnya kurikulum 2013. Yang terdengar keluhan , umpatan dll ( atau hanya dilembagaku saja ?) Pengecualian tak termasuk aku ya .Keluhan berupa kedatangan buku pegangan siswa dan guru yang terlambat dikirim, beban tugas guru yang semakin menumpuk karena harus menilai siswanya dari berbagai aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Perubahan metode mengajar dari ceramah searah guru aktif berbicara di depan kelas kepada siswa yang aktif bertanya , mengamati , menanya,menalar, mengkomunikasikan yang tak dipahami bagaimana cara memancing peserta didik untuk menggunakan tahapan -tahapan tersebut . Atau ketidak pahaman guru melebur berbagi tema di antara mata pelajaran menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan.Akhirnya terdengarlah istilah tematik banci yang disuarakan oleh guru SD yang menerapkan kurikulum 2013 dengan metode tematik Idealnya kurikulum 2013 akan terasa garing, ketika diterapkan dengan sangat terburu-buru . Seperti pesan berantai yang ketika sampai kepada penerima pesan terakhir menjadi sangat kabur , mungkin dikurangi atau melah terlalu banyak bumbu penyedap yang tak sesuai dengan filosofi awalnya.
Pelaksanaan diklat kurikulum 2013 yang diisi oleh "instruktur nasional " karbitan semakin memperburuk pemahaman guru sebagai ujung tombak suksesnya kurikulum 2013 ini. 
Ternyata keluhan kurikulum 2013 tak hanya disuarakan oleh komunitas guru sebagai pendidik. Juga datang dari keluhan orang tua siswa yang terkaget-kaget dengan beban tugas tugas yang menumpuk . Jeritan itu kudengar ketika menghadiri pertemuan sosialisasi kurikulum 2013 di sekolah putriku . Seperti debat kusir di warung kopi  . Padahal pihak sekolah belum menjelaskan kurikulum 2013 dan belum tentu juga memahami secara baik. 
Untuk evaluasi bagi semua pihak , ketika suatu program atau kebijakan tak disosialisasikan dengan cara yang baik tak akan sampai dengan baik pula . Dan kebijakan atau program tersebut akan menjadi sia-sia. Disamping ketidak siapan dari pihak guru dan siswa juga orang tua menerima perubahan . 
Jadi gimana ya nasib kurikum 2013 ?

Sabtu, 30 Agustus 2014

10 menit yang berdampak....

Jumat terakhir di Agustus , harusnya senang karena bayangan week end menari di depan mata . Ternyata jadi sesuatu yang menjengkelkan dan bikin bete . Gimana tidak ketika mendapat laporan tentang perilaku beberapa siswaku yang melakukan hal negatif . Ku sesali yang yang dilakukan oleh siswa-siswaku adalah perbuatan yang merusak fasilitas sekolah dan mereka harus bertanggung jawab untuk menggantinya. 
Tetapi pernahkah guru berpikir untuk bertanya karena alasan apa siswa melakukan perilaku negatif . Yang sering terjadi adalah intimidasi dan ancaman kepada siswa dan dilakukan oleh semua guru yang mengetahui kejadian tersebut . Dan hal itulah yang membuat aku jengkel .Hingga aku bertanya kepada siswa terssebut , karena alasan apa kok sampai berani merusak fasilitas sekolah ? Dan jawaban khas anak-anak yang tak mampu melawan kekuasaan . Sebel bu , kan kami masih punya waktu 10 menit untuk olah raga tapi langsung disuruh ganti baju . Oooooooo teriangatlah aku dengan bungsu kinestetik ku yang marah besar sesampainya di rumah ketika halaman sekolahnya mendadak dibuat taman untuk nilai tambah akreditasi keindahan sekolahnya .Dimana adek mau main bola , disuruh belajar terus . Saling pandanglah aku dan ayahnya . Untuk menyalurkan energi kinestetiknya bungsuku kudaftarkan di sekolah bola . Karena sekolah formalnya tak memberi fasilitas dan dukungan kepada kecerdasan kinestetiknya . 
10 menit bagi anak kinestetik adalah 10 menit yang berharga. Karena tak menutup kemungkinan di 10 menit itulah puncak energinya . Hal tersebut kerap luput dari pengamatan guru . 10 menit yang disimpan dan tak disalurkan dengan kegiatan positif ternyata bisa berdampak negatif dan berkepanjangan . Perusakan fasilitas umum, tawuran , genk motor dll
Pendidik pahamilah yang kita temui disekolah tak hanya siswa dengan tipe pemikir dan siap UN . Banyak juga siswa-siswa yang punya energi berlebih dan berhak juga untuk menikmati 10 menit aktifitas fisik yang terarah

Kamis, 28 Agustus 2014

Butuh BK juga kan

Flashback kisah masa lalu memang menyenangkan , lucu , bikin geregetan , terkadang masih terselip amarah dan berbagai perasaan yang berkecamuk . Berawal dari sharing dengan teman semasa kuliah di lembaganya . Bercerita ngalor ngidul . Hingga terbuka cerita masa lalu yang mencekam dan menegangkan di masa itu . Tersebutlah seorang pemimpin yang arogan yang memimpin di lembagaku . Yang dikemudian berpindah ke lembaga rekan kuliahku ini . Kuingat sekali berapa ember ( yg ini sedikit lebay ) air mataku harus tumpah , jeritan tertahan selama dia menjabat di tempatku. Bukan hanya sekali terjadi pergesekan pemikiran antara aku dan dirinya . Yang membuat aku bingung kenapa dia harus memilih aku untuk menjadi sasaran tembaknya . Dari beberapa rekanku yang lain yang senasib denganku . Setiap bulan harus menghiba padanya agar dapat memperoleh tanda tangannya untuk menyambung hidup kami . Aku tak makan gaji buta kataku memberi perlawanan , aku kerja , aku mengajar, aku membimbing siswaku , aku melakukan konseling . Semua tupoksi ku sebagai guru BK aku lakukan . Bukan hanya terlihat di depan matanya saja . Maklum kusadari ternyata pimpinanku yang arogan ini termasuk tipe abs . Dan lingkungan kerjaku berisi orang -orang yang suka menjilat dan dijilat . Klop deh saling melengkapi ....11-12 . 
Kembali menari -nari memory tentang kearoganan yang dilakukan penjahat ups salah " pejabat " tersebut . Bagaimana aku menangis , menjerit , terisak saat dia berkeras tak bersedia membubuhkan tanda tangannya pada rekomendasi kerjaku untuk menjadi abdi negara . Dan kulihat bagaimana rekan-rekanku juga ikut-ikutan menyalahkan sikapku yang menurut mereka aku tak loyal terhadap atasan .Bergelayut pertanyaan dalam kepalaku . Loyal bagi abdi negara itu ditujukan pada siapa sih ? Pada atasannya atau pada pekerjaannya ? Kalo loyal pada atasan yang arogan dan korupsi bagaimana negara ini bisa menjadi baik . Akan tersingkirlah orang -orang seperti aku yang sering menyuarakan tentang keadilan . Sepanjang kepemimpinannya sebagai "pejabat "di lembagaku pernah kuingat aku harus berteriak nyaring karena profesiku sebagai guru BK dianggap sebagai halangan untuk niatnya yang tersembunyi . Jam tatap muka BK yang dihilangkan tiba-tiba karena dianggap tak masuk dalam sistem pendidikan yang terintegrasi . Ruangan BK yang secara tiba -tiba dipindahkan ke lokasi yang tak layak secara standar sekolah nasional . Reaksi marah tak terima kuperlihatkan tanda aku ingin dia bisa menghargai profesional profesiku . Tak putus asa kuundang ABKIN sebagai organisasi profesiku ( selain PGRI) karena aku merasa keberadaanku sebagai guru BK di lembaga pendidikan ini terancam dan diperlakukan sewenang-wenang . Boro-boro berani bertemu dengan pengurus ABKIN ...kabuuuuur tak ijin untuk urusan apa keluar sekolah .
Roda kehidupan berputar , dahulu aku yang dihina dina papa mama ...dianggap sok tau , tak patuh aturan . Berubag 180 drajat si penjahat ...ups salah lagi si mantan pejabat arogan terkena periodesasi jabatan kepala sekolah . Kembali ke profesinya sebagai GURU.Dia lupa profesinya guru bukan kepala sekolah
Hari ini aku dengar dia menelepon rekanku untuk meminta dibuatkan program BK untuknya . 
Berkaitan dengan profesinya sebagai guru "profesional " khawatir tunjangan profesinya hilang . Berdiri di atas aturan yang mana ya , pejabat dan mantan pejabat di lembaga pendidikan . Menghiba-hiba untuk minta jam tatap muka walau tak sesuai dengan kompetensi keahliannya . Dan aku merasa hal ini bukan sesuatu yang baik untuk dijadikan " aturan " melakukan rekayasa jam tatap muka . 
Cerita masa lalu dan masa kini masih bisa membangkitkan emosi kekecewaan . Harus diam sajakah menganggap hal seperti ini sebagai kewajaran ?

Senin, 25 Agustus 2014

Hebohnya Penonton

Ayo dek....gocek bolanya ...kejar sundul. Tendang yang keras. Ivan oper ke Gilar . Jangan dibawa sendiri . Itu Zaki sama Fais ngapain berdiri aja . Lari dong kejar bolanya . Lirikan tak senang dari putri sulungku , Bunda berisik banget sih . YA Zaki sama Fais kan memang jaga pertahanan di belakang .Tetap ngotot ku katakan dia kan lagi main bola bukan main catur kataku jengkel ....Teriakan kencang dan membahana selalu kuteriakkan memberi semangat kepada anak kinestetikku yang dengan bangganya saat bisa menggetarkan gawang lawan dengan tendangannya . Aku tak begitu paham apakah itu tendangan sudut, pinalti ,atau apalah namanya . Yang jelas gawang lawan kebobolan 5-0 tanpa perlawanan yang berarti . Dan 3 gol dipersembahkan oleh bungsu kinestetikku ini . Dengan melakukan selebrasi goyangan pinggang bersama teman-temannya . Sangat menghibur . Tontonan seru di sore menjelang maghrib untuk merayakan 17 Agustus antar RW .Dan emak-emak rempong yang berteriak di pinggir lapangan menjadi pemandangan yang tak kalah menarik . Seakan -akan paling jago , paling ahli untuk bermain di lapangan . Hingga tersadar ketika teriakan semakin melengking tak jelas apa yang diucapkan . Gimana besok ngajar ya kalo suara serak begini ...

Sabtu, 23 Agustus 2014

Master...Masjid samping terminal.

Master terkenal sebutannya . Kepanjangan masjid samping terminal. Lokasinya tepat disamping terminal Depok . Bisa dibayangkan situasi sekolah ketika berada dekat dengan terminal . Bukan rahasia lagi bagaimana kondisi lingkungan dan psikologis masyarakat terminal . Lingkungan kerja yang keras mungkin jauh dari kesan ramah . Tapi amanat UU tetap harus dilaksanakan . Kaum marginal pun berhak untuk sekolah . Dan bukan hal yang mudah mengajak dan menumbuhkan kesadaran generasi penerus bangsa yang kurang beruntung secara status sosial ekonomi untuk bersekolah . 
Sekolah Master yang didirikan tahun 2000 . Bermula dari beberapa anak muda yang biasa nongkrong di sekitar masjid terminal diskusi dan ngobrol tentang nasib masa depan mereka . Pertemanan yang terdiri dari beberapa orang lambat laun berkembang menjadi besar dengan kegiatan yang lebih terarah . Hingga di tahun 2014 sekolah Master sudah membuka pendidikan dari jenjang PAUD, TK,SD,SMP,SMA dan khusus diperuntukkan bagi kaum marginal . Dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didiknya. Selalu terbersit kagum dengan kegigihan semangat kepedulian untuk kaum marginal anak jalanan . Hingga terlontar ucapan bolehkah saya berbagi disini untuk menjadi relawan ? Selalu ada semangat dan kekaguman yang menjalar di hati dan pikiranku ketika bertemu dan berkenalan dengan orang-orang hebat yang memiliki kepedulian terhadap sesama