Hore... Ungkapan riang disertai
dgn tatapan mata antusias ketika memulai materi layanan baru.
Diminggu
sebelumnya menantang untuk menjadi ilmuwan yg meneliti pengaruh kata2
positif dan negatif thd dirinya.
Dan mengawali bulan baru di awal bulan
April menjelaskan ttg metode belajar dgn menggunakan tehnik mind map.
Menjelaskan secara singkat ttg penemu tehnik mind map ini yaitu Tony
Buzan .
Keunggulan tehnik ini yg memadukan cara kerja otak .
Tak membuat
bosan dan jenuh pada siswa.
Memodifikasi cara siswaku memperkenalkan
dirinya dan mengenal dirinya.
Semua merasa berharga ketika kumulai
berkeliling dari setiap meja untuk bertanya ttg mind map diriku yg sudah
dibuat.
Memadukan beberapa kecerdasan lingustik, visual spasial ,
intrapersonal dan interpersonal.
Juga mengajari mereka bercerita dari
panduan mind map .
Sambil merencanakan untuk tahap selanjutnya mengajak
siswa belajar dgn memaksimalkan belahan otak kiri dan kanan dengan
menggunakan metode mind map .
| |
Minggu, 16 April 2017
Hore....
Jumat, 24 Maret 2017
Mencari Pembuktian
Materi True story of word yang
kuambil dari teorinya prof Masaru Emoto dan kucoba bereksperimen dalam
kegiatan layanan klasikal untuk dimodifikasi dgn materi layanan .
Ternyata menarik perhatian salah satu dari 200 lebih siswa bimbingan ku .
Tak sekedar hanya langsung percaya dgn ucapan ku sebagai gurunya
ataupun pengamatan di salah satu media sosial you tube.
Satu dari 200
yang lain yang berbeda yang mulai memperlihatkan antusiasnya akan ilmu
pengetahuan yg butuh pembuktian bukan sekedar dari ucapan katanya
katanya.
Apresiasi dan bangga kusampaikan dalam bentuk pujian dan
undangan untuk memberi testimoni ke kelas teman2 nya yg lain . Berawal
masih ragu2 dan malu . Dan butuh kuyakinkan kebanggaanku akan dirinya.
Tersirat aku ingin menyampaikan kamu hebat nak karena kamu mau mencoba.
Tidak hanya langsung percaya yg disampaikan guru.
Sambil mengajarkan
keberanian berbicara di depan teman2 nya yang tidak sekelas dengannya.
Calon pemimpin masa depan yg dipersiapkan untuk pandai menganalisa situasi di lingkungannya bukan hanya pandai teori tapi berani membuktikan.
Selamat nak tahapan pertama untuk menjadi ilmuwan seperti judul tantangan di materi ini telah dilakukan . Tetap jadi pribadi yang kritis dalam mencari kebenaran ya
True Story of word
True
story of word Ketika rekan di salah satu grup medsos mengirimkan
broadcast tentang kekuatan kata2.Mengambil dari teori prof Masaru Emoto dari
Jepang yg meneliti tentang kekuatan kata-kata terhadap air. Mulai tertarik
untuk mencoba bereksperimen terhadap bahan lain selain air.
Mencoba
bereksperimen terhadap beras yg telah diberi kata-kata negatif dan positif
setiap harinya. Tetap melibatkan siswa dalam eksperimen tersebut dgn
memodifikasi pengamatan .
Selalu dengan tantangan yang berbeda dan
prolog yg memotivasi. Antusias mengamati terlihat dari tatapan mata yg
berbinar. Semua memiliki pertanyaan yang tak terucap tapi terpancar dari
pandangan matanya. Melalui eksperimen teorinya prof Masaru Emoto
kusampaikan tahapan yang harus dilakukan oleh siswaku. Membuat jurnal dan
memberdayakan indera pendengaran akan kata-kata / kalimat positif dan
negatif setiap waktunya. Walau terucap setiap hari bu, " iya dong,
ilmuwan kan pengamatannya setiap hari dan berbulan2. Cepet abis dong bu
bukunya. Cukup kujawab dengan senyuman.
Mulai mengajarkan untuk mengamati
dan belajar membuat laporan waktu pengamatannya.
Tersirat yg kulakukan
adalah mengajarkan siswa untuk selalu berkata positif .
Walaupun butuh
proses waktu dan energi....
Berselang seminggu dari tantangan. Ternyata
ada yg tertarik untuk bereksperimen juga.
Kuminta bercerita di depan
kelas tentang proses pengamatan selama seminggu lebih yang telah dilakukan.
"Amazing" ( ngikutin bahasa abg) terlihat perubahan pada beras yg diberi
kata2 negatif yg berubah warna menjadi buluk, bau dan
berlendir.sementara beras yg selalu diberi dgn kata2 kalimat positif
tetap putih Selamat tinggal kata2 dan kalimat negatif.
Mengajarkan
tentang true story of word tak sekedar memberi nasehat tentang pentingnya
berkata2 baik. Butuh proses yg lama untuk memperbaiki kebiasaan negatif.
Pertanyaan yg terlontar yg mempertanyakan antara hubungan kata2 dgn
perubahan warna,bau pada eksperimen yg dilakukan . Atau menyampaikan
perasaan biasa saja saat mendengar kata negatif menjadi pekerjaan utama untuk mengubah mind set di pikiran siswaku
Diapain Bu
Gerungan tangis yg kencang
membuat heboh ruangan yg awalnya sepi.
Bel pergantian jam baru berbunyi.
Ngobrol pelan dengan volume suara sangat minim ternyata mampu menyentuh
hatinya.
Menangis terisak- isak dan tak terbendung air mata yg mengalir.
Hingga harus keluar dari bilik konseling untuk mengambil tissue .
Dan
tatapan bingung siswa dan rekanku yg sedang duduk di ruang tamu , "
diapain " . menjawab dengan senyuman saja. Menyerahkan tisue dan segera
menghapus air matanya walau tetap dengan isak tangis tersengal-sengal
disertai ucapan penyesalan dalam karena tak bisa mengontrol emosi.
Kulanjutkan dengan pernyataan mau dibantu untuk masalah kontrol emosi.
Mengangguk cepat ," mau bu"
Sip...awal penyadaran klien terhadap
permasalahan yg dihadapi terucap dari klien.
Proses konseling dan
bayangan pendekatan menari- nari dalam pikiran . Siap untuk membantu
anak2 hebat calon pemimpin masa depan
Senin, 13 Maret 2017
Menjawab Tantangan
Presentasi iklan bahaya rokok yg
dilakukan oleh siswa dari setiap kelas selalu berbeda. Kreatifitas dan
kesungguhan mereka dalam membuat iklan menjadi bahan pertimbangan
pengamatan ku. Berawal dari ide muluk yg luar biasa . Dan tak selalu
berakhir dengan kesepakatan konsep awal. Terkendala waktu , komitmen dan
kesungguhan menunjukkan gambaran daya juang mereka. Semangat awal tetap
bisa diapresiasi sebagai bentuk antusias dan diakhiri dengan tampilan
iklan dan presentasi yg biasa saja. Apalagi konsep yang tertanam takut
salah bu . o o belajar memang harus salah ketika tak pernah salah tak
akan pernah tau kekuatan diri yg dimiliki dalam menyelesaikan masalah,
menangani konflik individu dan berbagai hal yg berkaitan pengelolaan
emosi remaja.
Kerentanan remaja masa kini yg begitu mudah menyerah dan
kurang daya juang menjadi keprihatinanku. Untuk itu tersirat dalam
setiap materi yg menantang kusisipkan pesan moral melatih semangat dan
daya juang mereka untuk menghadapi tantangan masa depan
Sabtu, 25 Februari 2017
Ikuti Saja
Ikuti saja
Kalimat itu yang biasanya diucapkan orangtua saya ketika saya mengeluh tentang tuntutan sekolah yang begitu menekan
Dan ucapan ini terdengar lagi dari bibir siswaku yg telah menyelesaikan pendidikannya di lembagaku .
Sedikit mengulang memory lalu saat siswaku ini menjadi bimbinganku di jenjang akhir pendidikannya di tempatku mengajar. Berawal dari keresahanku ketika di setiap rapat guru namanya selalu tersebut. Hingga harus menyelidiki dan bertanya yang mana sih anaknya kok " ngetop banget" ungkapku dalam hati . Di kls 7 dan 8 hanya bisa menjadi pengamat hingga ketika diberi kepercayaan untuk mengatur rotasi perpindahan kelas bagi siswa, uji nyali langsung kulakukan . Kutarik dia menjadi siswa bimbinganku walau dengan beberapa pertanyaan dari beberapa rekan, anak bimbingannya siapa sekarang dengan tatapan sedikit meledek . kujawab singkat dengan senyum simpul.
Tipe anak kinestetik yang belajar lebih suka mengeksplore lingkungan . Kesulitan demi kesulitan selalu dihadapi manakala tuntutan lembaga dan orang tua adalah prestasi akademik dalam bentuk angka. Kejenuhan, putus asa , merasa tak dipahami menjadi beban tersendiri yang menggelayut pikirannya.
Perasaan tak ada yang memahami dirinya membuatnya tak memutus silaturahmi dengan ku. Mengorbankan waktu sepulang sekolah dari jenjang pendidikan lanjutnya hanya sekedar untuk berbicara kepada pihak yang dirasa memahaminya. Tak selalu pun aku memberi solusi setidaknya hanya ingin didengar dan dipahami.
Kalimat itu yang biasanya diucapkan orangtua saya ketika saya mengeluh tentang tuntutan sekolah yang begitu menekan
Dan ucapan ini terdengar lagi dari bibir siswaku yg telah menyelesaikan pendidikannya di lembagaku .
Sedikit mengulang memory lalu saat siswaku ini menjadi bimbinganku di jenjang akhir pendidikannya di tempatku mengajar. Berawal dari keresahanku ketika di setiap rapat guru namanya selalu tersebut. Hingga harus menyelidiki dan bertanya yang mana sih anaknya kok " ngetop banget" ungkapku dalam hati . Di kls 7 dan 8 hanya bisa menjadi pengamat hingga ketika diberi kepercayaan untuk mengatur rotasi perpindahan kelas bagi siswa, uji nyali langsung kulakukan . Kutarik dia menjadi siswa bimbinganku walau dengan beberapa pertanyaan dari beberapa rekan, anak bimbingannya siapa sekarang dengan tatapan sedikit meledek . kujawab singkat dengan senyum simpul.
Tipe anak kinestetik yang belajar lebih suka mengeksplore lingkungan . Kesulitan demi kesulitan selalu dihadapi manakala tuntutan lembaga dan orang tua adalah prestasi akademik dalam bentuk angka. Kejenuhan, putus asa , merasa tak dipahami menjadi beban tersendiri yang menggelayut pikirannya.
Perasaan tak ada yang memahami dirinya membuatnya tak memutus silaturahmi dengan ku. Mengorbankan waktu sepulang sekolah dari jenjang pendidikan lanjutnya hanya sekedar untuk berbicara kepada pihak yang dirasa memahaminya. Tak selalu pun aku memberi solusi setidaknya hanya ingin didengar dan dipahami.
Team Kreatif
Teriakan riuh saling
menyampaikan ide dan argumen untuk menjual gagasan dalam team kecil
terbentuk . Sebelumnya memulai dengan mengkondisikan situasi sebagai
team kreatif. Ketika minggu sebelumnya sudah melakukan kegiatan dengan
metode debat aktif pro kontra rokok. Bahkan beberapa menagih untuk
melakukan kegiatan seperti itu lagi. Tantangan hari ini adalah untuk membuat iklan " bahaya rokok"
Dan kalian adalah orang2 kreatif yg terpilih untuk membuat iklan tersebut " ungkapku dalam kelas. Ibaratnya saya adalah pemilik modal yg butuh agen iklan untuk bisa membuat iklan ttg bahaya rokok. Lakukan dan buat iklan semenarik mungkin sehingga sy terkesan " lanjutku lagi. Apabila sy suka iklan yg kalian buat sy pasti akan memakai team yg sama lagi. Begitu prolog yg kusampaikan kepada siswa/i ku. Mengkondisikan situasi sekaligus memantik kreatifitas mereka. Dengan team kecil yg terbentuk mulai terlihat diskusi seru yg terkadang disertai dgn perdebatan kecil
Eksperimen "iklan bahaya rokok"
Langganan:
Postingan (Atom)




