Sabtu, 25 Februari 2017
Minggu, 12 Februari 2017
Memahami perbedaan dengan diskusi
Memahami perbedaan dengan diskusi .
Materi tentang rokok yg jadi pembahasan di awal bulan februari ini menarik untuk dianalisa.
Materi tentang rokok yg jadi pembahasan di awal bulan februari ini menarik untuk dianalisa.
Dengan menggunakan metode debat aktif membagi
siswa menjadi 2 kelompok besar pro rokok dan kontra rokok. Ada penolakan
diawal untuk siswa yg tak ingin dianggap melanggar norma ketika harus
mempertahankan argumen untuk tetap pro rokok .
Berusaha mencari kalimat
terbaik untuk bisa memotivasi mereka beragumen dan menyusun kalimat yg
baik agar memahami maksud dan tujuanku memberi materi dan metode seperti
ini.
Saat kegiatan debat berlangsung terlihat siswa yg mampu menyusun kalimat dan mengembangkan kecerdasan linguistiknya, siswa yg mengarahkan temannya untuk berpendapat hingga siswa yg hanya menjadi penggembira dengan teriakan , ejekan atau senyum manisnya ketika kuminta berargumen .
Saat kegiatan debat berlangsung terlihat siswa yg mampu menyusun kalimat dan mengembangkan kecerdasan linguistiknya, siswa yg mengarahkan temannya untuk berpendapat hingga siswa yg hanya menjadi penggembira dengan teriakan , ejekan atau senyum manisnya ketika kuminta berargumen .
Proses diskusi yg panjang tak jarang membuat kedua kelompok berdebat
panjang dan mengeluarkan pernyataan yg mengagetkan . cara berpikir out
of the box menambah semangatku untuk memancing berargumen dari kelompok
yg lain.
Indikator yg kuterapkan dengan metode debat aktif untuk menilai
kemampuan berpikir dan daya analisa menurutku tercapai.
Saat proses debat berakhir dan menjelaskan tentang bahaya rokok dengan melihat tayangan ku sampaikan lagi beberapa pertanyaan yg memancing berpikir siswaku.
Saat proses debat berakhir dan menjelaskan tentang bahaya rokok dengan melihat tayangan ku sampaikan lagi beberapa pertanyaan yg memancing berpikir siswaku.
Membanggakan juga melegakan ketika tak sepaham mereka
tetap bisa saling menghormati .
Ya perbedaan ada bukan untuk terpecah
dan merasa paling benar .
Dan perbedaan ada untuk saling melengkapi .
Sabtu, 04 Februari 2017
Ketika Fullfinitas berkumpul...
Ketika fulfinitas berkumpul. Heboh seru rame ketika mereka menahanku untuk tak buru2 pulang.
Berawal dari kehadiran salah seorang siswi, yg sepertinya diberi tugas tambahan untuk menahanku agar tak buru2 pulang.
Datang dan hadir menemuiku di ruang bk di menit2 akhir menjelang jam 3. Kangen tentu saja.
Lama tak bersua. Bercerita ngalor ngidul ttg aktifitas dan kesibukannya.
Setiap kuajak untuk pulang selalu berusaha menahan . ntar dulu ya bu.
Bu, lewat koridor aja ya kangen dgn kelas.
Selesai mengantarkan jempol ke mesin absensi menuju gerbang sekolah untuk pulang.
Tak dinyana fulfinitas sudah berkumpul ditambah 2 anak adopsi dari kls tetangga .
Kebiasaan yg gak pernah berubah tak pernah memberi ucapan ulang tahun pada hari H nya
Namun setelah berlalu beberapa hari baru lah memberi ucapan.
Hingga pernah terucap dari rekan ' gak ingat dgn ultah ibunya?'.
Yang jelas di kue ulang tahun tak lupa mereka memberi lilin dgn angka 17 tahun...ya berapa pun pertambahan usianya semangat sweet seventen harus tetap ada .
Terima kasih fullfinitas ..terima kasih anak-anakku . Doa ibu untuk kesuksesan kalian semua.
Kamis, 02 Februari 2017
PANIK bikin panik
Ketukan
pintu terdengar dari pintu kelas yg sedang kuberi layanan klasikal.
Muncul wajah yg terlihat sedih dan menahan marah . kusapa ada apa dini,
Siswi yg kupanggil dini adalah ketua kelas di kelas yg kubimbing .
" Bu saya
mo berhenti jadi ketua kelas aja"
"Loh, ada apa tanyaku menahan diri
untuk gak emosi.
Saat itu aku sedang dikelas 7.6 sedang membahas
materi bahaya rokok . Suasana diskusi berlangsung hangat. Siswa yg
berdiskusi menunjukkan wajah tak rela aku diganggu walau oleh 'anak'ku
sendiri .
"Tetap saya mo brenti bu",
" Iya iya" kataku.
"Makasih bu,
ucapnya merasa permintaannya dikabulkan .
Dini kataku mencoba menahan,"
kita bicarakan nanti".
Bel istirahat berbunyi panjang menutup diskusi dgn evaluasi dan kesimpulan diskusi.
Bel istirahat berbunyi panjang menutup diskusi dgn evaluasi dan kesimpulan diskusi.
Bergegas keluar kls dan menghampiri kls ku.
Kegaduhan terdengar dari balik tembok kls.
Teriakan dan pukulan meja
membuatku panik.
Saat kubuka pintu...jreng benar saja 2 abg ku yg cantik
terlibat perkelahian di dpn kelas tak ada yg berusaha melerai.
Yg
terlihat malah menonton dan menyoraki satu sama lain.
Kulerai yg lebih
kecil yang satu tetap menyerang sambil berusaha menarik dan berteriak
tak terima dipisahkan agar tak berkelahi.
Sempat terpikir ada apa dg
anak2 ku ini kenapa jadi buas dan tak terkontrol .
Tak disangka karena
kegaduhan yg luar biasa menarik perhatian rekan guru yg melintasi kls ku
untuk membantu melerai pertikaian. Dengan wajah sama paniknya ,
Terdengar suara setengah berbisik pak lagi ngerjain bu
ninik...bu ninik kan ulang tahun .
Langsung kutatap siswiku yg tadi
berkelahi.rekanku juga tersenyum dan menyodorkan tangannya memberi
ucapan selamat ulang tahun padaku.
Heee sukses ya bikin ibu panik
kataku, iya dong kita kan emang panik .. .pasukan bu ninik
Sabtu, 21 Januari 2017
Lunturnya beberapa nilai
Bukan makna sebenarnya lebih kepada makna konotasi.Melalui dan mengamati karena hampir 15 tahun bergelut dalam dunia pendidikan banyak hal yang terjadi dan berubah pada siswa-siswaku setiap tahunnya.
Ada kalanya perubahan kearah positif tak jarang arah perubahan negatif.
Harus diakui anak didikku di zaman ini sangat pintar bahkan bisa dikatakan jago dalam bidang teknologi. Sering kali aku pun harus memanggil salah satu dari mereka meminta bantuan ketika mengalami kesulitan dengan program di laptop atau aplikasi di hp.
Namun ada pula hal yang membuat miris ketika beberapa hal yang berkaitan dengan etika dan sopan santun mulai luntur dari siswa/i ku era ini.
Hari ini saat mengisi materi dalam kegiatan LDKS OSIS terkaget dengan ketidaksiapan panitia siswa dalam menjadi moderator. Dan perilaku senioritas yang tak layak ditiru oleh peserta calon pengurus OSIS.
Sempat kusampaikan kekhawatiranku kepada beberapa rekan tentang hal ini. Apa jadinya ketika mereka peserta ldks 10 -20 tahun yang akan datang akan menjadi pemimpin-pemimpin di negri ini. Etika dan tata cara berorganisasi yang diharapkan dapat menjadi bekal yang berguna untuk mereka menghadapi kehidupan masa depan mulai luntur seakan-akan hal tersebut kurang bermanfaat.
Menjadi kegelisahanku ketika siswaku era ini mulai luntur nilai kesopanan dan etikanya.
Dan 10 -20 tahun mendatang aku akan hidup dan bergantung pada siswa-siswa era ini. Apabila nilai kesopanan dan etika tak ditanamkan dari sekarang apa jadinya ketika mereka akan menjadi pemimpin masa depan. Atau mungkin aku pun punya andil tak mengajarkan tentang etika dan kesopanan pada mereka???
Kesan Pertama begitu menggoda..
Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda...
Ingat tagline iklan jadul " kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda . Ini terjadi pada ku .
Di minggu awal semester genap ketika mendapat amanah menggantikan jadwal mengajar rekan yang purna tugas . Memulai dengan perkenalan yang tak biasa. Selama lebih dari 10 tahun menjadi pengajar tetap merasa kurang nyaman saat 36 pasang mata menatapku . Kuganti bentuk perkenalan dengan 'tatap saya, 'pelototin saya ' setelah itu bertanyalah tentang segala hal yang ingin diketahui dari saya . Ucapku di depan kelas sambil berusaha tetap tenang mengatasi grogi. Menunggu 3-5 menit beberapa mengacungkan jari untuk bertanya latar belakang pendidikan , domisili, keluarga dll. Dan berhenti sejenak menjawab ketika pertanyaan berganti menjadi pertanyan tahun kelahiran ( usia ) . Kujawab lantang 17 tahun ...ups semua wajah langsung berubah dan koor kalimat tak percaya langsung berkumandang. Senyum mulai berkembang di beberapa wajah yang tadi memelototin ku dengan sangat serius. Tahap pertama sudah dimulai pencairan suasana sudah terjadi . Pelototan tak lagi dengan tatapan menyelidik namun menjadi tatapan bersahabat .
Ketika menyampaikan materi kuberi prolog panjang lebar tentang kehidupan . Layaknya guru yang selalu memberi motivasi tambahannya adalah meramu nasehat seperti yang dilakukan seorang motivator agar optimis menghadapi masa depan .
Dan hampir lewat seminggu dari tatap muka pertama bertemulah dengan beberapa siswa yang menunggu jadwal ekskul . Berbondong bondong mereka menghampiri untuk salam sambil mengatakan , " bu saya udah dapat quote yang tepat untuk diri saya" . Senyumku mengembang dan berpikir ingat akan tagline iklan " kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda ........"
Jumat, 13 Januari 2017
Empat Puluh Delapan...Luar Biasa
Perjalanan panjang disertai memulai sikap profesional dengan menunjukkan Peraturan Mentri (Permen) berbuah hasil . Sebelum ada permintaan dari siswa yang berharap mendapat keadilan seperti kakak tingkatnya dalam layanan klasikal .
Mulai gusar saat kurikulum di lembagaku mengurangi jam tatap muka layanan klasikal .
Diskusi dan perdebatan berlangsung lama dan cukup menguras energi .
Berusaha meyakinkan dengan dasar Permen tetap tak membuat perancang jadwal mapel bergeming. Mencoba berpikir positif dengan tantangan 1 jam layanan klasikal dan merancang metode yang efektif adalah cara yang paling baik menurutku saat itu. Untuk bereaksi menolak dan tak menjalani jadwal yang sudah dibuat akan merugikan siswa. Hal itu yang sangat kuhindari.
Sambil tetap melakukan negosiasi dengan pihak tertentu ( kepsek dan wk kurikulum )untuk meyakinkan pentingnya memberi amanah 2 jam layanan klasikal kepada guru BK sesuai Permen yang ada.
Ketika siswa meminta untuk tambahan jam dalam layanan klasikal kembali kutantang siswa untuk berani menyampaikan keinginannya kepada kepsek . Pertanyaan mereka kala itu , boleh bu ? Ya boleh kenapa kok gak boleh , tanyaku balik .
Sambil merancang susunan kalimat untuk disampaikan pada kepsek, aku pun tak diam saja tetap bergerilya meyakinkan pengambil keputusan untuk bersedia memberi amanah 2 jam layanan klasikal .
Dan ketika di semester genap tahun ajaran 2016 -2017 dimulai . Saat rekan guru yang lain dikurangi jam mengajarnya . Tidak dengan aku dan rekan sesama guru BK kami berdua panen jam . dengan rombel sebanyak 24 rombongan belajar . Masing-masing dari kami mendapat tugas mulia melayani siswa sebanyak 861 orqng dengan hitungan 48 jam perminggu.
Luar biasa disertai dengan tatapan takjub dan permintaan maaf dari wakil kurkulum. kucoba mengingatkan bahwa tatap muka 2 jam layanan klasikal pada setiap kelas sesuai dengan permintaan dan Permen yang ada. Hanya permohonan ku pada pihak sekolah dan juga siswa doakan saya sehat tetap sehat dan selalu bersemangat .
Hari ini diawal semester genap aku menyelesaikan 48 jam pertama minggu ini
Langganan:
Postingan (Atom)




