Jumat, 30 Maret 2018

Bincang Ringan

Perbincangan ringan antara aku dan salah satu keluarga yg berdomisili di luar kota. 
Menanyakan kabar dan keadaan putra/i masing-masing. 
Hingga teringat putranya tahun ini akan menyelesaikan pendidikan formalnya. 
Masih tergambar dalam memory ketika usia nya masih kanak-kanak.
Memasuki masa remaja hingga saat ini menuju remaja akhir.
Perbicangan berganti menanyakan kabar putra/putriku. 
Kusampaikan putri ku saat ini sebagai siswi SMA kelas 11 dan putra bungsuku juga akan mengikuti ujian akhir di jenjang pendidikan menengah pertama.
Jawaban spontan langsung disampaikan , " ih , g kerasa ya nik . Si adek udah besar. 
Dan kujawab sambil bercanda " kerasa kok mbak. Gimana tiap hari ngasih makan , ngasih jajan . Terkadang harus bersitegang menghadapi perilaku yang sedang mencari jati diri. 
Bikin seneng, bahagia,bangga ,kecewa marah,sebel. Nano-nano seperti iklan produk permen zaman dulu. Dan semua harus terasa , semua harus dinikmati tak boleh mengabaikan rasa nano-nano tadi. Karena beragam rasa yang datang silih berganti dalam membesarkan putra-putri kita mengandung banyak pelajaran tersirat . Tentang kesabaran , tentang memahami,tentang keteladanan dan  tentang menjadi dewasa dan bijaksana

Minggu, 25 Maret 2018

BPC ..Lagi

Kembali memberi materi BPC " baca pahami ceritakan" 
Memasuki bulan Maret di minggu awal sudah mulai menyampaikan tentang beberapa sesi kegiatan berkaitan dengan materi bpc ini. 
Ketika di awal memberi arahan agar mereka membawa buku tokoh dunia. Yup layaknya siswa ada yang dengan antusias sudah membawa buku yang dibutuhkan ada pula yang menjelang bel  pergantian jam dengan tergesa-gesa mengunjungi perpustakaan untuk meminjam buku. 
Hmm ...cukup menarik nafas panjang . 
Dan berusaha berpikir positif untuk mengapresiasi setidaknya mereka sudah berusaha. 
Ketika semua siswa sudah berkumpul kembali di kelas dan bersiap untuk memulai pelajaran barulah prolog tentang materi kusampaikan . Mengapa materi layanan klasikal ini kuberi nama BPC . 
Kukatakan BPC singkatan dari Baca Pahami Ceritakan. Lebih kurang 2 minggu memberi kesempatan untuk membaca sehingga kesebut 2 minggu itu adalah minggu hening, minggu senyap dan minggu sepi .
Dengan tujuan tak sekedar membaca namun memahami kehidupan tokoh dari buku yang dibaca. Dan memasuki minggu ke 3 & 4 di bulan Maret ini mulai melakukan sesi bercerita. 
Biasa selalu dimulai dengan ungkapan sebagai bentuk negosiasi "bu, saya belum hafal " dengan wajah di buat sememelas mungkin. 
Dan kujawab dengan senyuman termanis ku , " saya gak minta kamu menghafal kisah hidup tokoh yang kamu baca. Saya hanya minta kamu membaca dan memahami cerita yang dibaca tersebut ".
Minggu senyap dalam materi BPC
 

Senin, 26 Februari 2018

Sekolah untuk sekolah, sekolah untuk hidup

 
 
Dua kalimat yang menjadi awal pembuka kegiatan seminar
 " Parenthing as teacher , Teaching as parent" . 
Membuka pemahaman tentang apa tujuan sekolah?
Hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban sebagai warga negara sesuai dengan amanat Undang -undang. 
Atau gengsi dari siswa maupun orang tua yang menitipkan pemahaman kepada putra/i nya apabila bisa diterima di sekolah ' A' akan lebih mudah untuk melanjutkan ke sekolah 'A ' berikutnya. Berulang terus seperti itu. Itu maksud dari sekolah untuk sekolah
Sementara ketika dengan pemahaman sekolah untuk hidup. Abaikan gengsi . 
Tak selamanya berada di sekolah " A" membuat putra/i kita bahagia dan mandiri. 
Tujuan dari pendidikan adalah membuat anak bahagia dan mandiri . 
Menemukan dirinya , memahami dirinya dan menjadi dirimya sendiri.

Sabtu, 24 Februari 2018

Jigsaw Metode

Metode jigsaw adalah suatu kegiatan belajar dengan melibatkan kerjasama antara satu siswa dengan siswa yang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Strategi jigsaw dapat dikategorikan sebagai kelompok pembelajaran kooperatif.
Model belajar kooperatif menitik beratkan kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil yang terdiri dari atas 4-6 siswa heterogen dan siswa bekerja sama saling ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri

Jigsaw methode                                    
Mengembangkan kemampuan
mendengar
berbicara
menghargai
Terlihat antusias
Dan bersemangat
 
Kemajuan teknologi yang dirasakan di zaman ini berimbas kepada semua bidang kehidupan. Menolak tapi membutuhkan . Dilema, apalagi bagi orangtua yang memiliki putra putri masih sekolah. Penggunaan gawai/gadget/hp dilingkungan pelajar menjadi hal yang memusingkan orang tua. Menjadikan keadaan tersebut menjadi layanan klasikal untuk dibahas dalam pertemuan Bimbingan konseling di kelas adalah hal yang mengasyikkan . 
Dengan tema besar yang kuangkat" Manfaat dan mudarat Internet terhadap bidang kesehatan, pendidikan, teknologi,pergaulan, game,politik, gaya hidup dan fashion.
Membagi kelas menjadi kelompok kecil setelah mereka selesai menghitung hingga hitungan ke 8.
Dan mencari teman yang nomer hitungan nya sama. Lebih adil dan tidak ada yang protes.
Saat sudah duduk bersama baru kemudian memberikan prolog dan menyampaikan tema kecil yang berbeda oleh setiap kelompok.
Berlanjut ke kegiatan berikut mereka diberi tugas untuk berselancar di internet mencari informasi manfaat dan mudaratnya internet terhadap bidang-bidang tersebut. Seru,ramai dan antusias. 
Generasi digital akan berteriak girang ketika di beri kesempatan untuk membuka hp. 
Saat siswa mempresentasikan materinya
Tantangan bagi gurunya untuk membuka pemikiran, masih dengan kekhawatiran dampak buruk dari internet atau lebih bijak menghadapi perubahan yang terjadi.
Metode jigsaw yang memberi kesempatan siswa untuk mengemukakan pendapat, mengelola informasi dan mengembangkan ketrampilan berkomunikasi mengajar kan kepada semua siswa untuk belajar berani menyampaikan pendapat nya.
Beberapa kecerdasan majemuk ( multiple intelegence) siswa dapat terasah melalui metode ini.
Saat siswa melakukan pencarian informasi melalui internet dan mendiskusikan data temuannya siswa sedang mengembangkan kecerdasan interpersonal dan logika berpikirnya.
Di pertemuan berikutnya siswa mulai diberi kesempatan untuk mempresentasikan tema materi pada kelompok yang lain.
Mengamati kecerdasan linguistik, interpersonal dan logika matematika,kinestetik dari siswa/iku dalam berinteraksi dan berkomunikasi saat menjadi "ahli" yang sedang menyampaikan tema materi nya.

Rabu, 31 Januari 2018

Demam Dilan

 
 
 
Berawal dari pemaksaan yang berakhir dengan rasa penasaran . 
Putriku yang bertanya tentang kehidupan masa remaja yang pernah kulalui.
Dan menyarankan aku untuk membaca novel remaja karya Pidi Baiq . 
Asumsi awal yang sedikit negatif memberi penilaian novel ini pasti lebay sama seperti novel-novel era sekarang yang terkontaminasi dengan sinetron. 
Halaman demi halaman dibuka hingga penasaran demi penasaran menumpuk 
Satu pelajaran berharga mengutip peribahasa lawas " Tak kenal maka tak sayang" . 
Terlalu cepat berasumsi tak baik juga untuk hati dan pikiran. 
Hingga kukatakan kesukaan terhadap sesuatu itu hanya masalah selera ( cari pembenaran) . 
Dan selera tak pernah bisa disalahkan. 
Hmm ...jadi kuat kan alibinya. 
Novel Dilan yang ditulis oleh Pidi Baiq memang menyita perhatian banyak pihak. 
Aku yg saat ini sudah di posisi sebagai guru BK bisa mengambil contoh nyata dari peran yang ada di novel dan filmnya tersebut sebagai pelajaran hidup dan  materi layanan yang menarik untuk dibahas. 
Dari tugas perkembangan remaja yang saat ini di alami oleh siswa/i ku menjadi materi layanan tentang masa- masa remaja yg penuh cerita tentang harapan,kegalauan,bahagia,senang,sedih gelisah . Sebagai bahan diskusi tentang berwarnanya  hidup karena pernah lahir sosok seperti Dilan. 
Dan mengutip kata-kata yang diucapkan oleh si pengarang  dengan adanya anak-anak  nakal berarti guru BK di sekolah tak lagi dianggap magabut ( makan gaji buta) 
Mengupas sosok- sosok lain dari novel Dilan adalah peran orang tua yang bijak menghadapi prilaku remaja-remajanya yang dikala itu pastinya juga cukup mengkhawatirkan. 
Membahas tentang Dilan juga dapat menjadi pengantar untuk memulai kbm di kelas. 
Ketika suasana temaram dengan gerimis pagi yang berlanjut dari malam membuat siswa/i ku kurang bersemangat untuk membahas materi tentang " Quote yang membangun." 
Kumulai dengan bercerita tentang bagaimana suasana pergaulan saat masih SMA . 
Dan masa SMA memang lah masa yang paling menyenangkan diantara semua fase kehidupan manusia ( menurutku ) setelah melewati beberapa fase yaitu bayi, kanak-kanak , remaja dan dewasa . Hingga terucap putih abu-abu itu masa paling indah untuk dikenang. 
Demam Dilan juga bisa menjadi jembatan untuk menghubungkan dunia siswa dengan dunia guru. 
" Dari dunia mereka ke dunia kita. Dan hal ini memudahkan guru membangun jalinan, menyelesaikan bahan pelajaran lebih cepat dan membuat hasil belajar lebih melekat"
Terima kasih Dilan , terima kasih ayah @ pidibaiq


Dua telinga satu mulut

 
Anugrah dari yang maha kuasa kepada hambanya dalam bentuk panca indera telinga dan mulut yang berjumlah berbeda memiliki filosofi yang mendalam. 
Namun seringkali terabaikan seakan-akan tak mengandung makna yang bisa di renungkan . 
Ingat teman terdekat ku dahulu pernah berkata " Manusia itu punya 2 telinga dan satu kuping dengan perbandingan 2:1 . Maknanya agar kita lebih banyak mendengar dari pada berbicara   
Terkesan sepele hanya mendengar saja ya  
Namun mantan presiden Soeharto pun pernah menyampaikan tentang pentingnya mendengar . 
" Mendengar memperkaya hati" Dan aktifitas mendengar melibatkan indera telinga untuk diolah dalam otak agar menjadi satu pemahaman bagi manusia. 
Sementara mulut yang berjumlah satu memiliki peran untuk menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan hasil pemikiran di otak untuk diucapkan . 
Satu cerita tentang  mendengarkan . Ketika di suatu siang datang salah satu siswaku yang telah lulus untuk " bercerita" tentang kegalauam yang dialaminya. 
Dan kepekaan seorang konselor teruji untuk memulai bertanya 
" ibu bisa bantu apa untuk kamu nak", tanyaku. 
Dan dijawab dengan kalimat , " gak bu, sy hanya butuh ibu untuk mendengar saya aja "
Mahalnya situasi dan kondisi untuk mencari pendengar atas kegalauan yang dirasa.

Rabu, 24 Januari 2018

Quote yang membangun

Memasuki tahun baru dengan memberi layanan materi klasikal quote yang membangun. Tak bertemu selama liburan semester ganjil menantangku untuk membuat materi layanan sesuai tugas perkembangan kematangan intelektual siswa menengah pertama.
Berawal dari refleksi akhir tahun yg kuposting untuk diisi oleh siswa/i ku sebagai data asesmen kebutuhan mereka. Salah satu siswa ada yg mengungkapkan untuk lebih mendalami tentang quote ( kata bijak) . 
Ya mengungkapkan quote memang selalu diucapkan oleh siswa/i ku ketika aku memanggil nama mereka ketika di absen . Bertujuan untuk membakar semangat mereka.Dan beragam quote yg diucapkan . Dari yg berkesan melow mengutip dari judul lagu " nothing gone change my love 4 U " . Quote yang mengutip dari bahasa Inggris " Never give up, always positif thingking, keep smile, juga quote yang dikutip dari peribahasa yang dipajang di sepanjang koridor kelas ( untuk yang ini aku yakin mereka ngintip keluar jendela untuk membaca ) 
Proses kbm yang terjadi di materi ini diawali dengan membagikan beraneka kalimat bijak. Meminta siswa untuk menuliskan quote yg di dapat untuk kemudian memaknai pesan tersirat dari setiap quote. Dan babak yang paling mendebarkan adalah saat siswa mulai terlibat untuk berargumen menyampaikan pendapat nya . 
" Takut salah bu," itu yg diungkap ketika meminta salah satu siswa untuk berpendapat . 
" Saya hargai apa pun pendapat mu, kita sedang belajar. Salah adalah bagian dari proses belajar " 
Bukan hal yang mudah untuk dapat membuat siswa memiliki keberanian menyampaikan pendapat nya . Tahapan selanjutnya yang harus kulakukan setelah mereka mempunyai kepercayaan diri untuk berpendapat adalah mengajarkan cara menyusun kalimat yang efektif sehingga mudah dipahami. 
Dan kegiatan diakhiri dengan kalimat " bu, Minggu depan kita masih bahas tentang quote kan, disertai dengan tatapan mata penuh harap .