Rabu, 06 September 2017

Belajar Mendengar

Kegiatan konsultasi dengan orang tua yang rutin dilakukan untuk menjalin komunikasi dengan pihak sekolah terkadang banyak meninggalkan cerita beragam .
Latar belakang sosial ekonomi , pendidikan berdampak pada komunikasi yang tercipta.
Tak jarang harus mengetuk pulpen seperti menghitung waktu kala mendengar jawaban " biasa-biasa saja bu " tentang bagaimana kebiasaan anaknya di rumah.
Wah jawabannya seperti jawaban keluarga presiden dalam salah satu acara talk show.
Atau jawaban berapi-api disertai volume suara tinggi seolah-olah ingin menunjukkan " ini loh saya".
Jangan macem-macem dengan keluarga saya.
Walau yang terucap tetap jawaban standar yang masih belum bisa menyebutkan keunikan anaknya .
Alih-alih menyebutkan justru menantang balik konselornya untuk bisa menggali kemampuan anaknya disertai embel-embel kalimat bermakna tersirat " Ibu tenang saja , saya pasti gak akan melupakan jasa ibu ".
Beragam cara untuk bisa mendapatkan hikmah dari hubungan interaksi dengan lingkungan selama perjalanan hidup.

Rabu, 30 Agustus 2017

Refleksi Pendidikan abad 21


Hampir 20 tahun bergelut dalam dunia pendidikan. 
Begitu banyak yg terjadi. 
Ketika tertatih-tatih mencari bentuk sebagai guru.
Seperti dibangunkan dari mimpi panjang yg melenakan. 
Membaca satu tulisan dari seorang dosen dan guru besar UI Prof Rhenald Kasali tentang 2 jenis guru. 
Pilihan ada padaku. 
Mau jadi guru kognitif  yg sangat pintar dan hafal semua materi pelajaran ( itu bukan passion ku) 
atau guru kreatif yg menghargai keberagaman bahwa tak semua siswa dilahirkan dgn minat yg sama untuk berprestasi dalam akademiknya.
Dimulailah transformasi mengubah paradigma pola berpikir  
Saya dilahirkan dengan nama di akte adalah Ninik Febriani. Lahir di kota Medan 1 Februari 1975
Saat ini bekerja sebagai konselor ( guru bimbingan konseling ) di SMP Negeri 40 Jakarta .                                      
Mulai bekerja dari thn 1999 - sekarang.
Lulus S1 dengan gelar sarjana pendidikan .
Jurusan Bimbingan Konseling
Dan menyelesaikan pendidikan profesi konselor di tahun 2009 dengan gelar Konselor
Hampir 20 tahun mengajar dan membimbing siswa dari berbagai latar belakang dan karakter membuat harus belajar juga berbagai metode pembelajaran krn setiap anak adalah unik .
Mulai merancang berbagai materi yg disesuaikan dengan metode mengajar adalah tantangan yg mengasyikkan .
Berikut adalah beberapa materi layanan dgn metode yg tak biasa ( menurut ku)
1. Materi BPC ( baca, pahami, ceritakan) dimateri layanan ini aku meminta siswa untuk membaca satu cerita tentang tokoh dunia. Memahami cerita kehidupan tokoh tersebut dan kembali menceritakan apa yang dibacanya . 
http://bloggernyani2k.blogspot.co.id/2015/03/sisi-lain-yang-mengagumkan.html
2.Materi tentang Multiple Intellegence . Dimateri ini aku melakukan suatu inovasi dengan membuat games ular tangga multiple intellegence untuk menggali kecerdasan majemuk siswa.
http://bloggernyani2k.blogspot.co.id/2014/11/ketika-mereka-tersenyum-games-ular.html
http://bloggernyani2k.blogspot.co.id/2014/12/tak-pernah-habis-tentang-multiple.html
3. Materi layanan yang lain yang menarik lainnya adalah ketika aku mengajak siswa/i ku untuk menjadi peneliti . Membuktikan tentang penelitian yang dilakukan oleh prof Masaru Emoto. 
http://bloggernyani2k.blogspot.co.id/2017/03/mencari-pembuktian.html
\
1. Siswa bercerita untuk materi BPC









2.Hasil karya siswa berkaitan dengan materi games ular tangga multiple intellegence

 

Games Ular tangga multiple intellegence

Ketika siswa bermain games ular tangga multiple intellegence

3.Testimoni siswa dalam materi truth of the word

Selasa, 08 Agustus 2017

IKHTIAR DAN DOA

Inspirasi tak selalu harus dari orang yang bener-benar udah sukses. 
Inspirasiku kali ini aku ambil dari siswaku angkatan lama yang sangat istiqomah dalam meraih harapan akan cita-cita nya. 
IB begitu teman-temannya memanggil . 
Aku mengenalnya saat dia memasuki usia remaja. 
Santun , terkadang malu-malu , peduli, supel dan punya banyak teman. 
Modal yang sangat bermanfaat dalam meraih cita-citanya. 
Memasuki masa remaja akhir harapan dan cita-cita nya untuk bisa mengabdi dan bermanfaat bagi nusa bangsa semakin berkembang . 
Menempa diri dengan ikhtiar dan doa yang tak kunjung putus .disiplin diri dan meyakinkan keluarga akan cita-citanya patut diacungi jempol. 
Mengutip salah satu ayat dalam Al . Baqarah 153 
" hai orang2 yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. 
Sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar " 
IB...perjalananmu masih teramat panjang , tapi cukup mampu menggugah pena ini menuliskan tentang proses perjalanan meraih cita-cita. 
Doa ibu untuk kesuksesanmu ya nak

Jumat, 28 Juli 2017

LONG LIFE EDUCATION

Pemahaman sempit yg bertahun2 mengendap dalam pemikiran masyarakat kita adalah belajar selalu berada dalam ruang persegi panjang. Duduk manis di kursi dan diatas meja terletak buku cetak yg terbuka.       Akan terdengar keluhan ketika ada beberapa siswa yg memiliki energi berlebih dan beraktifitas melebihi aktifitas teman-temannya. Guru terkadang lupa bahwa yg diajak untuk belajar adalah ciptaan Tuhan yg memiliki rasa ingin tau dan kemampuan untuk beraktifitas. 
Anak2 milenium adalah anak2 yg dilahirkan di era gadget berkembang pesat. Segala informasi tanpa sensor sangat mudah diperoleh. Jari2 mungil akan lincah untuk mencari fitur2 yg dibutuhkan. 
Gaya hidup kekinian dengan selalu mengupload berbagai aktifitas memudahkan dunia mengetahui yg terjadi di sudut terkecil Indonesia. 
Ketika anak milenium dengan kebanggaan semunya yg berhasil meng upload aktifitas "negatif" mereka. Mereka tak paham berapa juta orang tua yg prihatin , kecewa, menangis akan prilaku arogan yg dilakukan .
Namun tak pernah dicari solusi yg terbaik akan permasalahan pergaulan yg dilakukan oleh anak-anak milenium ini. 
Apa dan mengapa hingga sampai terjadi hal seperti itu. 
Bagaimana fungsi dan peran orang tua dalam mendidik dan memberi teladan terhadap kehidupan yg mulai mengalami pergeseran nilai-nilai. 
Ketika tampak dan terlihat nyata perilaku negatif yg dilakukan anak milenium dgn perilaku bullynya selalu yg
mudah untuk dijadikan kambing hitam adalah pihak sekolah (guru) .
Kemana orang tuanya? Mana tanggung jawab orang tuanya? Kapan orang tuanya terakhir belajar untuk mendengar kegaulan yg dialami anak2 nya.
Galau anak milenium tak selalu  berhubungan dgn hal2 akademis yg katanya sebagai tanggung jawab siswa.
Anak milenium akan merasa sangat kuno ketika tak paham dgn info2 kekinian. Stalking, upload dan berbagai kata2 yg akan terasa asing terdengar di telinga orang dewasa.
Kesenjangan pemikiran antara orang dewasa dan anak milenium semakin menambah cerita2 miring ttg dunia pergaulan mereka.
Pemikiran orang dewasa yang teramat mengkhawatirkan hal-hal kognitif yang tak mampu diraih dengan tuntas dalam rapot akademiknya sehingga mengabaikan aspek psikologis yang dirasakan oleh anak milenium. Bahwa mereka ingin dikenal, didengar dan dipahami dengan apa adanya mereka. 
Belajar memang sepanjang hayat tak hanya harus berada dalam ruang persegi panjang dengan diawasi oleh guru yang sedang memegang penggaris panjang . Orang dewasa belajar anak-anak juga belajar. 
Terus belajar sepanjang hayat. LONG LIFE EDUCATION 

Senin, 05 Juni 2017

Ceritaku bersama mereka...


Hampir tiga ratus enam puluh lima hari bersama dalam perputaran waktu. Mengamati tingkah pola perilaku yang terjadi. Mengganti warna seragam dan memantaskan dengan perubahan postur tubuh secara fisik bukan hal yg mudah. Tak hanya perubahan secara fisik yg terjadi pada mereka perubahan psikis dari masa anak menuju remaja pun mempengaruhi perilaku keseharian mereka. Tak jarang ketika awal bertemu masih terkesan malu2 dan berubah menjadi ceria dan sangat ekspresif saat memasuki masa remaja. Terlihat jelas munculnya sikap penasaran dengan lawan jenis yg mulai disenangi. Beramai ramai datang ke ruang bk dan bercerita tanpa ada titik dan koma. Semua ingin di dengar.Namun kupingku hanya 2 sahutku.
Setiap pribadi yg kutemui punya keunikan apalagi ketika mereka berkumpul dalam satu kelas. Keunikan setiap individu menjadi karakter kelas yg berbeda.
Membimbing 280 lebih pribadi dari latar belakang yg berbeda membuatku juga harus terus belajar. Belajar sabar , belajar bijak , belajar memahami keunikan setiap individu , belajar menghargai perbedaan dan belajar untuk tidak membanding- bandingkan.
Mulai dari yg paling awal 7.1 dgn banyak cerita. Pun kebetulan aku diminta menjadi wali kelas mereka. Dilema dan tantangan bagiku . Disatu sisi sebagai wali kelas ingin memperlihatkan yg berbeda dgn kls yg lain  Berusaha untuk menampilkan yg terbaik. Namun di " Panik " ini pula aku diingatkan akan kodrat manusia yg jauh dari kesempurnaan . Gengsi dan ego sebagai wali kelas harus diletakkan di urutan bawah demi belajar memahami keunikan panik. Panik adalah sebutan kls 7.1 dgn menyingkat sebutan " pasukan bu Ninik ." Cerita indah ttg panik dgn segenap personilnya yg terkadang membuatku harus menangis dan ditenangkan oleh rekanku yg lain ketika menyadari kehidupan pribadi mereka . Atau marah dan jengkel sekali ketika mereka ngerjain aku saat pergantian usiaku. Dengan tingkah marah2 sambil berantem membuatku panik. Luar biasa dan penuh memory indah ketika sudah melaluinya.
Kelas 7.2 adalah kelas yg cukup antusias saat kami bersama , tapi bukan berarti aku tak pernah baper dgn kls ini. Seingatku beberapa kali kutinggalkan mereka di kls karena saat itu moodku juga sedang tidak baik. Namun apresiasi dan penghargaan mereka kepada ku punya tempat tersendiri di hatiku. Tak berbeda dgn kls tetangganya panik 7.2 juga punya nama untuk klsnya yaitu Exention . Terukir dalam memory ku saat diskusi ttg pro kontra rokok , antusias dan semangat untuk beragumen meyakinkan ku  paham ttg keberagaman. Ada siswa yg memiliki kemampuan yg baik dalam linguistik dan interpersonalnya sementara siswa yg lain dgn kemampuan kinestetik dan musicalnya
Juthrebz 7.3 susah ya nama kls nya ...semoga gak sesusah itu aku memahami kls ini . Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda . Pertama bertemu dg kls ini saat MPLS menyenangkan melihat keaktifan dan antusias mrk . Selanjutnya terserah anda...
Ketupat sebutan kelasnya membuat bayangan akan makanan khas lebaran . sama khas dgn personil kls nya yg sering berseberangan antar satu kelompok dgn kelompok yg lain. Prilaku khas remaja yg sedang mencari jati diri tampak jelas di kelas tujuh empat " ketupat".
Adidas seperti merk sepatu bola yang biasa dipakai oleh pemain bola dunia. Identik dgn kebiasaan personil klsnya yg sangat kinestetik . gelengan kepala berulang sambil mengurut dada untuk tetep sabar ketika ada jam layanan klasikal di kelas 7.5. Namun tetap menyenangkan.
Papaya buah yang punya khasiat luar biasa. Tapi tidak dgn papaya yg dimaksud ini. Papaya adalah sebutan kls 7.6. Menyingkat dari nama wali kelasnya pasukan pa suryana. Cukup kreatif. Selalu ada rasa kangen untuk masuk ke kelas ini. Apalagi dgn materi yg berbentuk diskusi. Ide- ide cemerlang disertai dgn keberanian personil kls yg aktif membuat situasi kls selalu hidup.
Di semester genap  kegiatan layanan klasikal di kelas ini dilakukan di hari jumat. Hari terakhir dalam seminggu. Sehingga tak jarang beberapa kali tatap muka tak bisa dilakukan karena berbenturan dgn kegiatan sekolah .
Semangat dan saling menghargai di kelas ini patut diacungkan jempol.Mengingatkan ketika ada salah satu pihak yg mekakukan perbuatan negatif demi menjaga ketertiban di kelas. Savarent mereka memberi nama untuk klsnya.
Eistanaticx VII sulit sekali mengeja hurup demi dari nama kls 7.8   semoga tak sesulit aku mengenal nama prilaku mereka dalam keseharian . Perselihan dalam rangka beraadaptasi selalu mereka lakukan .sangat kuapresiasi semamgat mereka yg berusaha menjaga kekompakan kls.
Tepatnya 283 siswa yg menjadi bimbinganku yg di kelompokkan dalam kelas2 tersebut . Mengalirkan semangat dan energi untuk terus belajar mengenal dan memahami mereka. Semoga diberi kekuatan dan kemampuan untuk dapat menggali potensi mereka semua. Cinta ibu untuk kalian semua .

Sabtu, 03 Juni 2017

EISTANATICX VII






Pagi yang masih agak gelap. Matahari masih belum memunculkan dirinya. Beberapa dari kami melaksanakan shalat Shubuh di rumah masing – masing. Saat matahari agak naik, masing – masing dari kami berangkat menuju suatu tempat yang nampak baru bagi kami. Langkah kaki pertama kami, yang mengubah segalanya. Tempat itu, SMP Negeri 40 Jakarta. Kami semua berasal dari penjuru Ibukota. Bahkan, ada beberapa anak yang berasal dari luar Kota Jakarta. Kemudian, seorang guru menyebutkan nama kami satu per satu sesuai kelas masing – masing yang telah dibagi. Dengan senang hati dan sedikit kegugupan dan keraguan yang menguasai diri kami, kami berbaris sesuai kelas kami, VII – 8. Kelas yang telah memecahkan keraguan kami akan sebuah SMP.
Saat perkenalan, kami masih merasa canggung satu sama lain. Apalagi kami yang duduk bersebelahan dengan orang yang bahkan tak pernah kami lihat sebelumnya. Memang terasa asing di sekolah baru, bahkan dengan semua orang yang tak dikenal, tetapi kami cepat saling mengenal. Hari demi hari kami lewati bersama orang – orang asing ini, beberapa dari kami sudah ada yang sangat dekat. Kami pun makin mengenal sifat satu sama lain. Lama kelamaan, kami mulai merasakan “kekeluargaan” muncul dari diri kami. Rasanya, sudah seperti keluarga kedua. Kami saling menyayangi, saling berbagi, saling tolong menolong, dan rasa – rasa yang tidak dapat diungkapkan hanya dengan kata – kata. Mungkin kami pernah bermasalah satu sama lain, tapi teman – teman yang lain menolong agar permasalahan nya selesai. Dan kami pun pernah membuat keributan dengan kelas lain, namun masalah itu pun juga dapat diatasi. Bermacam – macam guru pun juga kami jumpai, ada yang memberi kesan baik maupun buruk terhadap kami, tetapi itu semua yang membuat kami mengubah sikap kami agar menjadi diri yang lebih baik lagi. Maafkan kami, Pak, Bu, atas segala sifat kami. Kalianlah yang telah membuat kami bisa memecahkan rumus, mencintai Indonesia, mengingat sejarah, menjadi kreatif, saling toleran antar agama, dan masih banyak lagi.
Sebentar lagi akan diadakan Penilaian Akhir Tahun. Ini yang menentukan kami naik kelas atau tidak. Kami senang, juga sedih. Kami senang akan melanjutkan ke jenjang kelas berikutnya. Namun, itu berarti juga kami harus berpisah. Teman, jangan lupakan teman – temanmu yang pernah jadi keluargamu yang pernah mengisi hari – harimu. Jangan lupakan cerita yang pernah kita buat bersama. Simpan memori kita didalam otakmu, jangan hilangkan rasa sayangmu kepada kami. Kenangan yang baik simpanlah elok – elok. Perbaiki pula kenangan burukmu, sebagai pedoman hidupmu di masa depan nanti.

Exention Story ...7.2



Awal kelas 7-2 terbentuk adalah pada tanggal 15 Juli 2016. Pada saat itu kami tidak langsung saling akrab dan saling mengeal, kami hanya mengikuti kegiatan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bersama. MPLS kami dibantu salah satu kakak anggota OSIS yaitu Kak Desmi.

3 hari berjalannya MPLS membuat kami murid 7-2 perlahan mulai akrab dan saling mengenal. Selain itu, kami juga menjadi lebih mengenal guru – guru, karyawan staf, dan lingkungan di SMPN 40. MPLS paling mengesankan adalah MPLS hari kedua dan ketiga. Dimana kami sempat di uji kekompakkannya dengan membuat iyel – iyel dengan masing – masing kelompok tertentu. Selain itu kami juga ada pemilihan suara untuk pengurus kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, sekertaris, dan bendahara.

Waktu berjalan, di awal hingga pertengahan masa semester satu, kelas kami bisa dibilang salah satu kelas yang cukup solid. Setiap hari jika bel istirahat pertama berbunyi, biasanya semua murid anak perempuan akan makan bersama di tempat biasa, tepat nya di lantai 1. Ada yang membawa bekal ataupun jajan di kantin. Selagi kami makan bersama, selalu saja ada topik yang menjadi bahan pembicaraan.

Selain banyak topik pembicaraan disaat berkumpul secara langsung di wilayah sekolah, kami juga suka mempunyai banyak topik di grup LINE kelas kami. Contohnya kami akan membuat Trending Topic Harian, bisa bertema apa saja. Kebanyakan kami ambil dari kejadian yang berlangsung pada hari itu juga di lingkungan sekolah dengan mendeskripsikannya menggunakan tanda pagar (Contoh : #Kelas72AkurLagi).

Ke-solidan kami tidak hanya itu saja, kami biasanya suka bermain abc 5 dasar jika ada jam kelas kosong bila guru tidak masuk. Atau kami yang suka menjahili satu sama lain di waktu luang.

Selain itu kami sempat membuat video berjudulkan ‘Manequinn Challenge’ sekelas. Yaitu kita harus diam dengan posisi unik layaknya manekin dan akan direkam oleh salah satu murid kelas dan akan diedit dengan diiringi lagu yang cocok dengan tema videonya.

Semester 1 menjadi semester yang kebanyakan kebahagiaan. Namun bukan berarti kami tidak mengalami kesedihan atau momen kurang bahagia. Contohnya beberapa murid kelas kami sempat kehilangan handphone dan uang yang tidak bisa dibilang sedikit.

Namun kejadian itu sempat terselidiki karena solidaritas kami yang sama – sama ingin membantu. Pengurus kelas semuanya berkumpul untuk membantu dan menyelidiki siapa pelaku nya, dan tentu saja seluruh murid kelas 7-2 dengan senang hati ikut berpatisipasi dalam membantu.

Ada banyak kejadian yang tidak mengenakkan untuk kelas 7-2 sendiri, mulai dari masalah kelas, muridnya, dan lain – lain.

Hingga dari pertengahan sampai akhir masa semester satu, sepertinya kelas kami sudah mulai tidak ada masalah lagi dan malah menjadi kelas yang semakin solid. Canda tawa dan senyuman selalu menghiasi kejadian – kejadian setiap hari di kelas kami.


Namun ternyata waktu berjalan sangat cepat sampai tidak terasa, hingga dimulainya masa semester 2. Masa dimana murid kelas kami terbagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda – beda. Semacam kelompok pertemanan.

Perlahan kesolidan kami yang dulu hilang dan tidak muncul lagi. Justru yang muncul di grup LINE ataupun percakapan disekolah hanyalah sindiran dan perselisihan satu sama lain. Sindiran inilah yang membuat kami memilih untuk membuat kelompok dengan orang – orang tertentu. Membuat kesolidaritasan kami hilang, lenyap begitu saja.

Terbentuknya kelompok – kelompok ini membuat kami menjadi tidak suka satu sama lain, hingga terjadinya pertengkaran diantara kami. Keseringan perkelahian terjadi hanya karena emosi dan hal – hal sepele, dan ini sering terjadi dengan anak perempuan dibandingkan anak laki – laki.

Terjadinya perselisihan ini membuat kami melupakan seluruh kesolidaritasan kami. Seperti trending topic, makan bersama, membahas topik di sekolah maupun di grup LINE, masa MPLS, dan masa – masa solid kami yang lainnya.

Kejadian seperti ini kerap terjadi sepanjang semester 2. Puncak permusuhan kami adalah akhir semester 2, dimana kami terbagi menjadi dua kelompok disitulah kami semakin tidak suka satu sama lain.

Namun saat menjelang bulan Ramadhan, entah bagaimana caranya Allah SWT menakdirkan kami untuk saling memaafkan dan memaklumi kesalahan kami. Dari situlah, kelas kami mulai kembali berkumpul dan mulai menjadi kelas yang seperti dulu, walaupun kemungkinan kami akan berpisah di kelas 8.

Inilah kisah EXENTION STORY, kisah ini benar – benar apa yang terjadi selama kami menduduki bangku kelas 7 – 2. Kami mengucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan kata – kata, mohon dibukakan pintu maafnya juga untuk kelas 7 – 2.