Senin, 05 Juni 2017

Ceritaku bersama mereka...


Hampir tiga ratus enam puluh lima hari bersama dalam perputaran waktu. Mengamati tingkah pola perilaku yang terjadi. Mengganti warna seragam dan memantaskan dengan perubahan postur tubuh secara fisik bukan hal yg mudah. Tak hanya perubahan secara fisik yg terjadi pada mereka perubahan psikis dari masa anak menuju remaja pun mempengaruhi perilaku keseharian mereka. Tak jarang ketika awal bertemu masih terkesan malu2 dan berubah menjadi ceria dan sangat ekspresif saat memasuki masa remaja. Terlihat jelas munculnya sikap penasaran dengan lawan jenis yg mulai disenangi. Beramai ramai datang ke ruang bk dan bercerita tanpa ada titik dan koma. Semua ingin di dengar.Namun kupingku hanya 2 sahutku.
Setiap pribadi yg kutemui punya keunikan apalagi ketika mereka berkumpul dalam satu kelas. Keunikan setiap individu menjadi karakter kelas yg berbeda.
Membimbing 280 lebih pribadi dari latar belakang yg berbeda membuatku juga harus terus belajar. Belajar sabar , belajar bijak , belajar memahami keunikan setiap individu , belajar menghargai perbedaan dan belajar untuk tidak membanding- bandingkan.
Mulai dari yg paling awal 7.1 dgn banyak cerita. Pun kebetulan aku diminta menjadi wali kelas mereka. Dilema dan tantangan bagiku . Disatu sisi sebagai wali kelas ingin memperlihatkan yg berbeda dgn kls yg lain  Berusaha untuk menampilkan yg terbaik. Namun di " Panik " ini pula aku diingatkan akan kodrat manusia yg jauh dari kesempurnaan . Gengsi dan ego sebagai wali kelas harus diletakkan di urutan bawah demi belajar memahami keunikan panik. Panik adalah sebutan kls 7.1 dgn menyingkat sebutan " pasukan bu Ninik ." Cerita indah ttg panik dgn segenap personilnya yg terkadang membuatku harus menangis dan ditenangkan oleh rekanku yg lain ketika menyadari kehidupan pribadi mereka . Atau marah dan jengkel sekali ketika mereka ngerjain aku saat pergantian usiaku. Dengan tingkah marah2 sambil berantem membuatku panik. Luar biasa dan penuh memory indah ketika sudah melaluinya.
Kelas 7.2 adalah kelas yg cukup antusias saat kami bersama , tapi bukan berarti aku tak pernah baper dgn kls ini. Seingatku beberapa kali kutinggalkan mereka di kls karena saat itu moodku juga sedang tidak baik. Namun apresiasi dan penghargaan mereka kepada ku punya tempat tersendiri di hatiku. Tak berbeda dgn kls tetangganya panik 7.2 juga punya nama untuk klsnya yaitu Exention . Terukir dalam memory ku saat diskusi ttg pro kontra rokok , antusias dan semangat untuk beragumen meyakinkan ku  paham ttg keberagaman. Ada siswa yg memiliki kemampuan yg baik dalam linguistik dan interpersonalnya sementara siswa yg lain dgn kemampuan kinestetik dan musicalnya
Juthrebz 7.3 susah ya nama kls nya ...semoga gak sesusah itu aku memahami kls ini . Kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah anda . Pertama bertemu dg kls ini saat MPLS menyenangkan melihat keaktifan dan antusias mrk . Selanjutnya terserah anda...
Ketupat sebutan kelasnya membuat bayangan akan makanan khas lebaran . sama khas dgn personil kls nya yg sering berseberangan antar satu kelompok dgn kelompok yg lain. Prilaku khas remaja yg sedang mencari jati diri tampak jelas di kelas tujuh empat " ketupat".
Adidas seperti merk sepatu bola yang biasa dipakai oleh pemain bola dunia. Identik dgn kebiasaan personil klsnya yg sangat kinestetik . gelengan kepala berulang sambil mengurut dada untuk tetep sabar ketika ada jam layanan klasikal di kelas 7.5. Namun tetap menyenangkan.
Papaya buah yang punya khasiat luar biasa. Tapi tidak dgn papaya yg dimaksud ini. Papaya adalah sebutan kls 7.6. Menyingkat dari nama wali kelasnya pasukan pa suryana. Cukup kreatif. Selalu ada rasa kangen untuk masuk ke kelas ini. Apalagi dgn materi yg berbentuk diskusi. Ide- ide cemerlang disertai dgn keberanian personil kls yg aktif membuat situasi kls selalu hidup.
Di semester genap  kegiatan layanan klasikal di kelas ini dilakukan di hari jumat. Hari terakhir dalam seminggu. Sehingga tak jarang beberapa kali tatap muka tak bisa dilakukan karena berbenturan dgn kegiatan sekolah .
Semangat dan saling menghargai di kelas ini patut diacungkan jempol.Mengingatkan ketika ada salah satu pihak yg mekakukan perbuatan negatif demi menjaga ketertiban di kelas. Savarent mereka memberi nama untuk klsnya.
Eistanaticx VII sulit sekali mengeja hurup demi dari nama kls 7.8   semoga tak sesulit aku mengenal nama prilaku mereka dalam keseharian . Perselihan dalam rangka beraadaptasi selalu mereka lakukan .sangat kuapresiasi semamgat mereka yg berusaha menjaga kekompakan kls.
Tepatnya 283 siswa yg menjadi bimbinganku yg di kelompokkan dalam kelas2 tersebut . Mengalirkan semangat dan energi untuk terus belajar mengenal dan memahami mereka. Semoga diberi kekuatan dan kemampuan untuk dapat menggali potensi mereka semua. Cinta ibu untuk kalian semua .

Sabtu, 03 Juni 2017

EISTANATICX VII






Pagi yang masih agak gelap. Matahari masih belum memunculkan dirinya. Beberapa dari kami melaksanakan shalat Shubuh di rumah masing – masing. Saat matahari agak naik, masing – masing dari kami berangkat menuju suatu tempat yang nampak baru bagi kami. Langkah kaki pertama kami, yang mengubah segalanya. Tempat itu, SMP Negeri 40 Jakarta. Kami semua berasal dari penjuru Ibukota. Bahkan, ada beberapa anak yang berasal dari luar Kota Jakarta. Kemudian, seorang guru menyebutkan nama kami satu per satu sesuai kelas masing – masing yang telah dibagi. Dengan senang hati dan sedikit kegugupan dan keraguan yang menguasai diri kami, kami berbaris sesuai kelas kami, VII – 8. Kelas yang telah memecahkan keraguan kami akan sebuah SMP.
Saat perkenalan, kami masih merasa canggung satu sama lain. Apalagi kami yang duduk bersebelahan dengan orang yang bahkan tak pernah kami lihat sebelumnya. Memang terasa asing di sekolah baru, bahkan dengan semua orang yang tak dikenal, tetapi kami cepat saling mengenal. Hari demi hari kami lewati bersama orang – orang asing ini, beberapa dari kami sudah ada yang sangat dekat. Kami pun makin mengenal sifat satu sama lain. Lama kelamaan, kami mulai merasakan “kekeluargaan” muncul dari diri kami. Rasanya, sudah seperti keluarga kedua. Kami saling menyayangi, saling berbagi, saling tolong menolong, dan rasa – rasa yang tidak dapat diungkapkan hanya dengan kata – kata. Mungkin kami pernah bermasalah satu sama lain, tapi teman – teman yang lain menolong agar permasalahan nya selesai. Dan kami pun pernah membuat keributan dengan kelas lain, namun masalah itu pun juga dapat diatasi. Bermacam – macam guru pun juga kami jumpai, ada yang memberi kesan baik maupun buruk terhadap kami, tetapi itu semua yang membuat kami mengubah sikap kami agar menjadi diri yang lebih baik lagi. Maafkan kami, Pak, Bu, atas segala sifat kami. Kalianlah yang telah membuat kami bisa memecahkan rumus, mencintai Indonesia, mengingat sejarah, menjadi kreatif, saling toleran antar agama, dan masih banyak lagi.
Sebentar lagi akan diadakan Penilaian Akhir Tahun. Ini yang menentukan kami naik kelas atau tidak. Kami senang, juga sedih. Kami senang akan melanjutkan ke jenjang kelas berikutnya. Namun, itu berarti juga kami harus berpisah. Teman, jangan lupakan teman – temanmu yang pernah jadi keluargamu yang pernah mengisi hari – harimu. Jangan lupakan cerita yang pernah kita buat bersama. Simpan memori kita didalam otakmu, jangan hilangkan rasa sayangmu kepada kami. Kenangan yang baik simpanlah elok – elok. Perbaiki pula kenangan burukmu, sebagai pedoman hidupmu di masa depan nanti.

Exention Story ...7.2



Awal kelas 7-2 terbentuk adalah pada tanggal 15 Juli 2016. Pada saat itu kami tidak langsung saling akrab dan saling mengeal, kami hanya mengikuti kegiatan MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bersama. MPLS kami dibantu salah satu kakak anggota OSIS yaitu Kak Desmi.

3 hari berjalannya MPLS membuat kami murid 7-2 perlahan mulai akrab dan saling mengenal. Selain itu, kami juga menjadi lebih mengenal guru – guru, karyawan staf, dan lingkungan di SMPN 40. MPLS paling mengesankan adalah MPLS hari kedua dan ketiga. Dimana kami sempat di uji kekompakkannya dengan membuat iyel – iyel dengan masing – masing kelompok tertentu. Selain itu kami juga ada pemilihan suara untuk pengurus kelas, seperti ketua kelas, wakil ketua kelas, sekertaris, dan bendahara.

Waktu berjalan, di awal hingga pertengahan masa semester satu, kelas kami bisa dibilang salah satu kelas yang cukup solid. Setiap hari jika bel istirahat pertama berbunyi, biasanya semua murid anak perempuan akan makan bersama di tempat biasa, tepat nya di lantai 1. Ada yang membawa bekal ataupun jajan di kantin. Selagi kami makan bersama, selalu saja ada topik yang menjadi bahan pembicaraan.

Selain banyak topik pembicaraan disaat berkumpul secara langsung di wilayah sekolah, kami juga suka mempunyai banyak topik di grup LINE kelas kami. Contohnya kami akan membuat Trending Topic Harian, bisa bertema apa saja. Kebanyakan kami ambil dari kejadian yang berlangsung pada hari itu juga di lingkungan sekolah dengan mendeskripsikannya menggunakan tanda pagar (Contoh : #Kelas72AkurLagi).

Ke-solidan kami tidak hanya itu saja, kami biasanya suka bermain abc 5 dasar jika ada jam kelas kosong bila guru tidak masuk. Atau kami yang suka menjahili satu sama lain di waktu luang.

Selain itu kami sempat membuat video berjudulkan ‘Manequinn Challenge’ sekelas. Yaitu kita harus diam dengan posisi unik layaknya manekin dan akan direkam oleh salah satu murid kelas dan akan diedit dengan diiringi lagu yang cocok dengan tema videonya.

Semester 1 menjadi semester yang kebanyakan kebahagiaan. Namun bukan berarti kami tidak mengalami kesedihan atau momen kurang bahagia. Contohnya beberapa murid kelas kami sempat kehilangan handphone dan uang yang tidak bisa dibilang sedikit.

Namun kejadian itu sempat terselidiki karena solidaritas kami yang sama – sama ingin membantu. Pengurus kelas semuanya berkumpul untuk membantu dan menyelidiki siapa pelaku nya, dan tentu saja seluruh murid kelas 7-2 dengan senang hati ikut berpatisipasi dalam membantu.

Ada banyak kejadian yang tidak mengenakkan untuk kelas 7-2 sendiri, mulai dari masalah kelas, muridnya, dan lain – lain.

Hingga dari pertengahan sampai akhir masa semester satu, sepertinya kelas kami sudah mulai tidak ada masalah lagi dan malah menjadi kelas yang semakin solid. Canda tawa dan senyuman selalu menghiasi kejadian – kejadian setiap hari di kelas kami.


Namun ternyata waktu berjalan sangat cepat sampai tidak terasa, hingga dimulainya masa semester 2. Masa dimana murid kelas kami terbagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda – beda. Semacam kelompok pertemanan.

Perlahan kesolidan kami yang dulu hilang dan tidak muncul lagi. Justru yang muncul di grup LINE ataupun percakapan disekolah hanyalah sindiran dan perselisihan satu sama lain. Sindiran inilah yang membuat kami memilih untuk membuat kelompok dengan orang – orang tertentu. Membuat kesolidaritasan kami hilang, lenyap begitu saja.

Terbentuknya kelompok – kelompok ini membuat kami menjadi tidak suka satu sama lain, hingga terjadinya pertengkaran diantara kami. Keseringan perkelahian terjadi hanya karena emosi dan hal – hal sepele, dan ini sering terjadi dengan anak perempuan dibandingkan anak laki – laki.

Terjadinya perselisihan ini membuat kami melupakan seluruh kesolidaritasan kami. Seperti trending topic, makan bersama, membahas topik di sekolah maupun di grup LINE, masa MPLS, dan masa – masa solid kami yang lainnya.

Kejadian seperti ini kerap terjadi sepanjang semester 2. Puncak permusuhan kami adalah akhir semester 2, dimana kami terbagi menjadi dua kelompok disitulah kami semakin tidak suka satu sama lain.

Namun saat menjelang bulan Ramadhan, entah bagaimana caranya Allah SWT menakdirkan kami untuk saling memaafkan dan memaklumi kesalahan kami. Dari situlah, kelas kami mulai kembali berkumpul dan mulai menjadi kelas yang seperti dulu, walaupun kemungkinan kami akan berpisah di kelas 8.

Inilah kisah EXENTION STORY, kisah ini benar – benar apa yang terjadi selama kami menduduki bangku kelas 7 – 2. Kami mengucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan kata – kata, mohon dibukakan pintu maafnya juga untuk kelas 7 – 2. 

DI DALAM PAPAYA


Kami semua berkumpul di dalam Papaya.Bersatu,belajar dan bekerja sama.
Di dalam Papaya aku bertemu dengan teman temanku.
Dan di dalam Papaya aku menimba ilmu.
Kok belajar di dalam Papaya?
Maksudnya di dalam pepaya?    BUKAN! 
Papaya adalah singkatan dari Pasukan Pak Suryana.Pasukan yang selalu siap belajar bersama jendralnya.Pasukan kami,pasukan kelas 76!
Takdir telah mempertemukan kita.Menyatukan kita,dan membuat kita menjadi keluarga.Tidak ada yang dapat menolak.Semua ini adalah rencana Tuhan.Aku bersyukur dapat berada disini.Bertemu dengan teman yang beragam.Berbeda suku,agama,watak dan karakter.
Dan aku bangga,karena perbedaanyang ada tidak menghambat pertemanan kita.
Dan justru perbedaan inilah yang menyatukan kita.Itulah mengapa Tuhan menciptakan perbedaan.Agar kita dapat mempunyai rasa saling menghargai.
Dan membuat kita menjadi satu kesatuan yang kokoh berdiri tegak.
Keluargaku Papaya,kami telah mengukir nama itu di hati kami.
Banyak sekali peristiwa yang telah kami lewati.Suka duka sudah kami rasakan bersama.
Hidup kami dipenuhi beribu kisah,yang tidak dapat semua aku ceritakan.
Dan kelas kami,penuh dengan masalah dan perdebatan.
Baru pertama kali masuk saja,sudah ada perdebatan di kelas kami.Ada yang bilang,wali kelas kami adalah Pak Sukisman.Lalu yang lainnya bilang bahwa wali kelas kami adalah Pak Suryana.
Pada akhirnya,seorang guru laki-laki masuk ke kelas kami.
Dan menyatakan bahwa beliau lah wali kelas kami Pak Suryana.
Perdebatan pertama kami sudah usai.
Namun,itu bukan menjadi perdebatan terakhir kami.
Perdebatan pertama itu bagaikan induk yang melahirkan masalah-masalah baru.
Tapi,entah kapan dan karena siapa beribu maslah kami dapat selesai.
Kami pun dapat bersatu kembali.Walau mungkin rasa tidak suka satu sama lain masih ada.
Tapi aku bangga dengan kekompakan kami.
Walau sering berdebat,kami juga bisa bersatu.
Buktinya,keluarga Papaya dapat merayakan hari guru dan hari ulang tahun Pak Suryana bersama.
Di dalam Papaya,sudah banyak warna-warni cerita yang kami rasakan.
Di dalam Papaya juga,aku belajar banyak hal.
Dan karena Papaya,aku dapat mengenal berbagai karakter dan belajar menghargai perbedaan.
Terima kasih Papaya,sudah mengisi hariku selama 1 tahun  ini.
Dan terima kasih Tuhan,yang telah mempertemukanku dengan mereka.
Aku akan senantiasa berdoa,agar Tuhan selalu menyatukan kita dan menjaga pertemanan kita.
Sekali lagi,terima kasih untuk segalanya teman-teman.

JUTHREBZ...7.3




Kami dari kelas 7-3 membuat kisah tentang senang sedih di kelas kami :
Mulai dari mpls kami di antar oleh orang tua kami ke sekolah , saat
pembagian kelas kami berbaris di papan nama tertuliskan 7-3. Saat
sampai di kelas kami semua tidak saling mengenal ,kita mulai saling
mengenal , kami tidak langsung kenal dengan semua nama yang ada di
kelas , sampai saat itu kami di suruh berkenalan dengan menyebutkan
nama , asal sekolah , alamat rumah , semua menyebutkan dengan baik .
sampai itu kami mulai saling mengenal. Beberapa hari kemudian kami
mulai kenal dan bercanda tawa ,sampai suatu saat kami baru menyadari
kalau kami belum mengetahui siapa wali kelas kami , sampai ada rapat
di adakan orang tua kami dipanggil.setelah pulang dari rapat orang tua kami masing masing , orang tua
kami langsung menyampaikan kalau wali kelas kami adalah Bapak Rikardo
Hutapea , tapi kami tidak tahu siapa pak Ricardo itu siapa?, apa dia
baik ? atau galak?. Saat  guru guru masuk ke kelas kami , semua
bertanya apa itu pak rikardo? Setiap guru laki laki kami tanyakan tapi
suatu hari ada seorang guru  masuk ke kelas kami ia pun menyebutkan
namanya dan ia bernama pak Rikardo , dan ia mengajarkan mata pelajaran
matematika . pak Rikardo guru yang seru sekali , ia kadang kadang
mengucapkan kata kata dengan bahasa inggris itu membuat kami tertawa ,
ia juga sabar dengan murid murid yang susah di nasihati , setelah kami
mengenal wali kelas kami , kami mulai belajar yang kami bingungkan
adalah mengapa 1 mata pelajaran beda guru ? , berbeda dengan sd hampir
semua mata pelajaran di ajarkan dengan wali kelas,
selain itu kami mempunyai ketua kelas yang kadang kadang menyebalkan ,
kadang kadang membuat kita tertawa yaitu M.Fahmi.S , ia ketua kelas
yang tergokil dan ada  juga wakil kelas yaitu Biya.Z, sekretaris yaitu
M.Haikal ,sekretaris yaitu Syafira .P
saat istirahat bermacam macam kami lakukan ada yang main permainan ,
ada yang bermain, ada yang mendengarkan musik, ada yang makan di
kantin , main ke kelas lain. Kami semua memang kelas yang heboh,
kadang kadang kami tertawa bareng tapi kadang kadang kami bersedih
bersama,dan juga kami pernah berjualan bersama dan kami juga banyak
kenangan bersama. Sampai akhirnya kami tidak menyadari kami ingin
berpisah karena kami ingin naik kelas ke kelas 8 dan teman teman akan
di acak kembali. Kami tidak akan merasakan keseruan kehebohan yang
kita lakukan dulu lagi, kami akan rindu dengan masa masa yang di
lakukan dulu .

JIKA KAMI BOLEH MEMILIH KAMI INGIN BERSAMA KEMBALI



Rabu, 31 Mei 2017

Adidas 7.5








 Kelas 75, ya mungkin adalah kelas yang paling terkenal di sekolah kita,murid-murid maupun guru-guru pasti mengenal kita.kelas yang terkenal dengan anak-anak yang luar biasa kelakuannya, guru-guru pun sampai mengeluh mengajar kita hehehe.Kita adalah kelas yang terdiri dari 36 murid, tapi ketika semester 2 ada satu murid yang pindah sekolah.
   Pertama kali masuk sekolah ketika MPLS kita belum mengenal satu sama lain,yaa paling ketika bertemu kita hanya saling menyapa atau tersenyu, ketika MPLS kita sama sekali belum mengetahui wajah wali kelas kami,kami hanya mengetahui kalau wali kelas kita bernama Bu Marhamidas atau Bu midas.
     Seiring berjalannya waktu kita pun sudah saling kenal,bercanda tawa bersama dan bermain bersama.tapi kesini-sini pun kita punya beberapa  masalah, yaa seperti anak anak yang berisik ketika sedang belajar,anak anak yang nakal, tidak mengerjakan tugas.Banyak sekali guru-guru yang sering memarahi kita, mungkin hampir semua.
   Tapi kita pun berusaha memperbaiki masalah kita, walaupun kalian menganggap kita belum berubah maaf, karena kita telah berusaha.Walaupun kita terkenal sebagai kelas yang fenomenal,menurut kita 75 adalah kelas yang mempunyai rasa kerja sama yang tinggi, seperti lomba tarik tambang kita bisa mengalahkan beberapa kelas sampai ke babak final, clasmeet lomba futsal kita pun berhasil ke babak final hingga anak laki-laki mendapat juara 1
  Hari pun cepat sekali berlalu, semakin lama kita pun semakin nyaman dengan kelas ini, meski katanya kelas 8 kita akan di rolling.Mau apa yang dibuat kita tidak bisa berkehendak, karena kita hanyalah seorang murid,yang menentukan bukanlah kami, tapi kami sangat berharap sekali ketika kelas 8 kita masih bersama-sama.
  Banyak sekali momen dan cerita-cerita yang telah kita ukir bersama-sama, saya berharap ketika kita tidak bersama lagi walaupun satu sekolah kalian masih sering menyapa ataupun bercanda bersama, mungkin ada beberapa diantara kita yang tidak berani menyapa karena malu, tapi saya berharap kalian tidak begitu,tetaplah menjadi anak anak Adidas 75 yang saya kenal.
  Waktu untuk bersama pun tinggal sebentar lagi, setiap pertemuan pasti ada perpisahan.Itu yang akan kita hadapi sekarang.Jangan pernah lupakan sahabatmu ketika sahabat barumu datang kepadamu, karena semua sahabatmu baik yang lama ataupun yang baru adalah KELUARGAmu-adidas 75



Senin, 29 Mei 2017

Ketupat ....7.4





Kami kelas 74. Kelas yang paling sering di banding-bandingkan dengan kelas lain karena kebandelannya. Kami mungkin memang jelek di mata beberapa orang, mungkin mereka hanya menganggap kami semua sebagai kelas tak berguna, tapi di balik itu semua, terdapat kesolidaritas dari anak-anaknya.

Awalnya, ketika kami baru berkenalan ketika masa mpls, pasti ada sedikit rasa tidak nyaman. Huh, sekolah baru, teman baru juga. Bagaimanapun juga teman baru di smp berbeda dengan teman lama di sd, kan? Saat itu sedikit dari kami mengenal beberapa orang, dan banyak dari kami tidak mengenal siapapun ketika itu. Rasanya aneh saat kau sudah berada di satu sekolah selama enam tahun, tiba-tiba harus beradaptasi di lingkungan sekolah baru. 

Belum lagi dengan guru-guru. Dulu saat sd, kami hanya diajar dengan sedikit guru, paling banyak yang mengajar wali kelas. Dan ketika smp, kami diajar oleh guru yang berbeda tiap pelajarannya. Kami perlu beradaptasi lagi dengan cara mengajar tiap guru-guru. Jujur saja, bagi beberapa dari kami, itu berat. Karena kami tidak hanya perlu beradaptasi dengan tempat baru saja, tapi dengan teman juga guru baru. 

Kehidupan semasa kami sd juga tidak seribet sekarang. Maksudnya, saat sd dulu, kami tidak perlu memikirkan bagaimana tanggapan orang lain ketika melakukan sesuatu. Tapi sekarang sudah berbeda. Orang-orang bisa saja mengomentari sikap kita, seperti yang hampir seluruh siswa baru smp dapatkan, yaitu omongan kakak kelas. Tidak semua kakak kelas bisa langsung menerima diri kita. Kita semua punya aturan dalam melakukan segala sesuatu. 

Saat baru merasakan masa-masa smp, sejujurnya bagi kami terasa berat. Pelajaran yang baru, pergaulan yang berbeda dan peraturan baru juga. Kadang, kami masih tidak paham dengan cara pengajaran beberapa guru. Mereka mengajar dengan cara yang berbeda, dan pengajaran mereka seperti tak di sesuaikan dengan masing-masing kami.

Dan semakin berlalunya hari demi hari, pertengkaran semakin sering terjadi. Kami sadar jika kelas ini memang tidak harmonis, tapi bukankah di hubungan kakak dan adik saja bisa bertengkar? Kita bisa saja 'kan bertengkar dengan sahabat yang telah berteman dengan kita bertahun-tahun lamanya? Nothing impossible, everything could happen. Meski banyak pelajaran yang telah kami ambil, tapi tidak memungkinkan untuk kembali tidak ada tengkaran, kan? Terkadang bahkan rasanya terlalu hambar jika tidak ada suatu cobaan, akan membosankan juga jika kita tidak bertengkar.

Meskipun, ada beberapa yang terlihat dekat dan ada pula yang tidak, kami masih memiliki solidaritas. Banyak kenangan yang telah kami lalui. Orang memandang kami sebelah mata. Orang sering membicarakan kami dengan niatan merendahkan. Tapi mereka sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang kami. They don't know about us. Ya walau kami memang terkenal jelek, buruk dan brengsek (kata beberapa guru), tapi tidak memperkecil fakta bahwa kami menyayangi satu sama lain. Dan jika mereka menjadi salah satu diantara kami, pasti mereka tahu keseruan apa yang telah kita jalani. Meski tidak sekeren kelas lain, tapi kami rasa kami cukup kompak.

Terserah apa kata mereka, kami juga tidak peduli. Toh, rasanya mustahil jika tidak ada orang yang bakal mencemooh sesuatu hal. Manusia pernah melakukan kesalahan, dan dilahirkan bukan untuk menjadi sempurna. Kami memiliki kekurangan. Tapi walau begitu, tidak membuat kami jadi minder. Orang-orang hanya akan membicarakan keburukan kami, jadi hanya kami sendiri yang akan tahu apa sebenarnya kenyataan dan apa yang sebenarnya bukan fakta tentang kami.

Namun, kami juga tidak enak hati dengan Pak Saring. Tentu jika muridnya jelek, past
i gurunya dianggap jelek juga. Padahal Pak Saring selalu mengajarkan hal baik pada kami, tapi karena memang dasarnya kami sedikit bandel, jadi beginilah. Intinya meski banyak cobaan yang menghadang kami semua, kami tetap mencoba untuk bersatu. Semua yang sudah berlalu biarlah berlalu. 
Dan memang beginilah " KETUPAT"