Penggunaan istilah asesmen sebagai pengganti istilah ujian diperkenalkan saat kurikulum merdeka .Tulisan ini tidak ingin membahas ttg macam- macam asesmen seperti yang dipelajari dalam berbagai teori evaluasi pendidikan. Tulisan ini adalah cerita ringan dan untuk bahan renungan saja.
Selama sepekan diadakan Asesmen Sumatif Akhir Semester ( ASAS) selalu ada cerita menariknya. Hari ini di sesi kedua mengawas di ruangan yg ada murid istimewanya. Murid istimewaku adalah murid yang patuh dan tekun saat belajar. Saat bel istirahat selesai berbunyi bergegas mengambil perlengkapan untuk mengawas di salah satu kls sesuai dengan jadwalnya. Selesai membagikan barcode tanda waktunya murid untuk memulai ujian secara online. Sambil berkeliling menandatangani kartu ujian dimulai lah cerita menarik ini.
Beberapa murid menatap tanpa berkedip sambil tersenyum tipis dan mataku tertuju pada murid istimewaku yang asyik membuka Al-Quran dan mencocokkan jawaban dari soal online yang dibacanya . Pandanganku takjub tak berkedip masih memandang murid istimewaku sesekali memberikan pandangan kepada murid yang lain. Wajah dengan senyum tipis-tipis ada pada beberapa murid , seperti membuat pertanyaan lisan tanpa suara “ bu ,teman kami menyontek, Ibu gak bertindak?” Bergegas kuhampiri murid istimewaku dan bertanya perlahan dgn suara berbisik “ada jawabannya di Al-Quran nak?” Murid istimewaku mengangguk mantap dan menunjukkan ponselnya mengajakku untuk membaca pertanyaan dari soal ujian hari ini.Mengingatkan dengan suara berbisik untuk menyimpan Al-Quran nya karena sekarang sedang ujian atau istilah sekarang adalah Asesmen Sumatif Akhir Semester.
Lantas terlintas dalam pikiranku
Nyontek itu haram gak ya?
Kalo nyonteknya dari Al-Quran yang jadi panduan hidup umat muslim gimana ya hukumnya ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar