Kamis, 02 Januari 2014

Cerita 2013

Melewati hari panjang dan melelahkan . Rutinitas yang tak mungkin bisa dihindari . Bangun sebelum subuh dan GO menuju stasiun ketika adzan selesai berkumandang untuk kemudian menguji kekuatan seperti Sandra Bullock dan Keanu Reeve di film Speed . Tak jarang pula harus melapangkan dada mengurut nafas dalam ketika kereta api sedang mengalami hambatan . Wah alamat bakal diteriaki ojekers di pinggir jalan karena terkunci di gerbang sekolah " terlambat bu guru ?" . Ketika tak kuat hati mengalami perang batin di ledek para ojekers . Berkunjunglah ke ruangan pejabat di lembagaku untuk menumpahkan uneg-uneg . Jawabannya saya kan tidak mempermalukan ibu dengan menghukum di lapangan upacara . Kujawab ketus dengan sedikit emosi , ya tapi kebijakan ini mempermalukan saya .Setuju untuk mendisiplinkan tapi berharap tak ada dusta diantara kita karena ternyata ada yang diperlakukan berbeda sesuai dengan subjektifitas perasaan.
Tahun 2013 tahun yang penuh dengan belajar,belajar dan belajar. 
Suatu kali mengikuti kegiatan yang diadakan oleh lembaga Lazuardi Next Educare berkenalan dengan orang -orang hebat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kegigihan teman-teman Educare yang berjuang untuk dunia pendidikan seperti mendapat suntikan semangat . Kuat dan harus kuat 
Namun ada saat harus galau juga sama seperti abegeh yang menjadi siswa /i  bimbinganku . Ketika para abegeh siswaku galau menghadapi UN yang konon berbeda dengan sistem UN tahun sebelumnya , " kok 20 paket ujian sih bu " Kutenangkan mereka dengan jawaban , "tenang saja masing-masing dari kalian hanya menjawab 1 paket soal . Tidak ke 20 paketnya . kataku sambil berseloroh. Teriakan bergemuruh seketika membahana Huuuuuuuu ibu . Galau siswaku galau menjelang UN.Galauku sebagai gurunya akan kehilangan mereka setelah 3 tahun bersama. Belajar tentang kesabaran menghadapi semua perilaku mereka . Belajar untuk menjadi sosok guru yang bisa menjadi sahabat mereka . Bukan hal mudah untuk melupakan kenangan 3 tahun bersama tersebut . Indah bangga dan mengharukan ketika di hari terakhir kbm efektif sebelum menghadapi UN diadakan doa bersama . Tangis haru masih terasa hingga kini ketika satu persatu siswa menyalami dan meminta doa restu . Air mata tumpah mataku sembab . Selesai acara aku langsung menyendiri di ruang kerjaku untuk kembali menumpahkan tangis dan memutar film hitam putih dalam bayangan memoriku. Ketukan pintu mengagetkanku ketika siswa/i ku masuk dan berusaha menghibur " ibu jangan nangisdong , kami punya kenangan untuk ibu ." ucapan dari seorang siswa menyerahkan bingkisan . Yang lain berteriak buka bu , buka . Kuintip apa isinya , takjub mataku terbelalalak ..Majalah kelas ? ? Sudah jadi . Ya majalah kelas bukan buku tahunan . Majalah kelas edisi perdana dan terakhir hasil kreatifitas anak-anak hebatku sebagai prasyarat tugas akhir di kelas 9 . Dan mereka mampu menunjukkan kemampuannya . Kami bisa buat bu sesuai arahan ibu , ucap mereka kompak . Bangganya aku kepada anak-anak hebat. 
Rela dan harus rela melepas siswaku melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi . Sambil tak lupa menyisipkan doa tulus untuk mereka semua. 40'13 terimakasih diberi kesempatan untuk mengenal kalian . Anak-anak hebat yang mengajarkan kesabaran , kebijakan dan kreatifitas . Tetap selalu menjadi anak hebat yang bisa bermanfaat untuk lingkungan . 
Ketika mereka pergi bertemu lagi dengan new comer siswa-siswa baru yang tak kalah hebatnya dengan yang terdahulu . Dan sebagai guru kembali ditantang untuk terus belajar . Kreatif dalam pelaksanaan kbm juga konseling . 
Karena sebagai konselor di sekolah aku punya motto " Raih hatinya kembangkan potensinya ". 
2013 masa banyak belajar dan merefresh pemahaman ilmu pedagogik dan konseling untuk bekal menjadi lebih baik dan lebih baik lagi

1 komentar:

  1. Assalamualaikum buu


    Saya alfi bu baru baca ini, yaampun, sedih haha saya

    iseng iseng liat fb ibu, nemu blog ibu, coba aja saya cari siapa tau ibu pernah nulis tentang angkatan saya, eh gataunya beneran aja ada haha

    kangen ibuuuuu masyaAllah, semoga ibu belom lupa sama saya hehee (kali aja ibu lupa alfi yang mana, yang ituloh bu yang ketua redaksi majalah kelas 96 haha)

    sehat terus ya bu doain saya mau lanjut ke tahap pendidikan selanjutnya

    Assalamualaikum

    -Alfi / Muhammad Alifannajib hakim, 40'13

    BalasHapus