Jumat, 24 Maret 2017

True Story of word

True story of word Ketika rekan di salah satu grup medsos mengirimkan broadcast tentang kekuatan kata2.Mengambil dari teori prof  Masaru Emoto dari Jepang yg meneliti tentang kekuatan kata-kata terhadap air. Mulai tertarik untuk mencoba bereksperimen terhadap bahan lain selain air. 
Mencoba bereksperimen terhadap beras yg telah diberi kata-kata negatif dan positif setiap harinya. Tetap melibatkan siswa dalam eksperimen tersebut dgn memodifikasi pengamatan .
Selalu dengan tantangan yang berbeda dan prolog yg memotivasi. Antusias mengamati terlihat dari tatapan mata yg berbinar. Semua memiliki pertanyaan yang tak terucap tapi terpancar dari pandangan matanya. Melalui eksperimen teorinya prof Masaru Emoto kusampaikan tahapan yang harus dilakukan oleh siswaku. Membuat jurnal dan memberdayakan indera pendengaran akan kata-kata / kalimat positif dan negatif setiap waktunya. Walau terucap setiap hari bu, " iya dong, ilmuwan kan pengamatannya setiap hari dan berbulan2. Cepet abis dong bu bukunya. Cukup kujawab dengan senyuman.
Mulai mengajarkan untuk mengamati dan belajar membuat laporan waktu pengamatannya. 
Tersirat yg kulakukan adalah mengajarkan siswa untuk selalu berkata positif . 
Walaupun butuh proses waktu dan energi.... 
Berselang seminggu dari tantangan. Ternyata ada yg tertarik untuk bereksperimen juga. 
Kuminta bercerita di depan kelas tentang proses pengamatan selama seminggu lebih yang telah dilakukan. "Amazing" ( ngikutin bahasa abg) terlihat perubahan pada beras yg diberi kata2 negatif yg berubah warna menjadi buluk, bau dan berlendir.sementara beras yg selalu diberi dgn kata2 kalimat positif tetap putih Selamat tinggal kata2 dan kalimat negatif. 
Mengajarkan tentang true story of word tak sekedar memberi nasehat tentang pentingnya berkata2 baik. Butuh proses yg lama untuk memperbaiki kebiasaan negatif. 
Pertanyaan yg terlontar yg mempertanyakan antara hubungan kata2 dgn perubahan warna,bau pada eksperimen yg dilakukan . Atau menyampaikan perasaan biasa saja saat mendengar kata negatif menjadi pekerjaan utama untuk mengubah mind set di pikiran siswaku



1 komentar: