Sabtu, 31 Oktober 2009

Aturan dan kreatifitas

Ini terjadi pada buah hati saya...Alya dan Bian.Saat keemasan otaknya sedang terjadi di usia 3-5 tahun,saya mengamati kedua anak saya begitu kreatif dengan celotehan-celotehan yang sering diucapkan saat mereka sedang bermain...dan hal tersebut sering kali membuat saya terkaget-kaget dengan bahasa yang diucapkan atau melalui permainan yang sedang mereka lakukan.Tapi seiring berjalannya waktu dan mereka memasuki masa sekolah kreatifitas mereka dalam bentuk obrolan melalui permainan mulai berkurang.Dan tergantikan oleh kepatuhan untuk mengikuti aturan.Disatu sisi ada kebahagian karena anak-anakku adalah anak yang patuh mengikuti aturan tapi disisi lain saya mengamati kepatuhan terhadap aturan membuat anak-anakku tidak dapat mengambil keputusan-keputusan kecil .Dan akhirnya lebih memilih tidak berbuat apa-apa dari pada disalahkan.Padahal kreatifitas bisa muncul apabila lingkungan memberi dukungan penuh dan tidak menyalahkan si kreator.Kreasi-kreasi baru akan muncul melalui proses trial error.Dan saat sekarang yang sangat disayangkan dalam dunia pendidikan dengan beragam informasi yang diperoleh siswa dari berbagai sumber...tetapi saat memasuki ruangan kelas...terkadang siswa dipaksa untuk patuh dengan aturan yang ada sehingga kreatifitas yang diharapkan bisa muncul malah menjadi kepasifan dari siswa.Untuk saya pribadi sebagai guru kepasifan yang ditunjukkan siswa karena patuh dengan aturan malah membuat saya menjadi kewalahan karena mereka menjadi takut melakukan sesuatu,takut disalahkan,takut diledekin,takut dicemooh...dan takut-takut yang lain lagi.Dan pada situasi saya sebagai orang tua dari kedua buah hati saya,saya juga merasakan anak-anak saya takut melakukan hal-hal yang berbeda dengan perintah gurunya.Jadi apakah aturan akan membatasi kreatifitas?

2 komentar:

  1. YA ! sangat setuju banget bu ninik, kreatifitas adalah yang terpenting dari segalanya!

    ( RIZKY )

    BalasHapus