Memang tidak ada yang benar-benar adil di dunia ini. Adil menurut seorang belum tentu adil menurut orang yang lain. Hanya Allah yang memiliki sifat keadilan. Tidak salah memang saat ada pihak tertentu yang diuntungkan dari kebijakan yang tidak adil.Sementara pihak yang diperlakukan tidak adil hanya bisa menyimpan rasa tidak suka. Hal ini ada kaitannya dengan kebijakan yang diterapkan di tempatku bekerja. Secara prosedur kerja aku menerima konsekuensi dari diterapkannya aturan apabila pegawai / karyawan yang datang terlambat,tidak masuk kerja akan dipotong tunjangannya. Tetapi menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan saat kita telah menerima konsekuensi dari pemotongan masih saja dianggap melalaikan tugas . Malah disebut-sebut menyaingi Gayus Tambunan. Gayus Tambunan korupsi uang negara sementara kita dianggap telah melakukan korupsi waktu yang melebihi dari kejahatan yang dilakukan oleh Gayus tersebut . Wah hebat ya…terlambat 2 menit dianggap seperti Gayus dan dibacakan didepan banyak orang saat briefing . Menambah beban psikologis pegawai . Padahal para pegawai juga sudah menerima konsekuensi dari keterlambatannya. Meskipun terkadang bukan sepenuhnya salah pegawai tersebut. Kondisi dan situasi di jalan raya saat pagi hari unpredictable.Dan bisa saja dong si pegawai menyalahkan pemimpin diatasnya yang tidak becus dalam membuat kebijakan yang merugikan pihak-pihak tertentu.Saya jadi teringat dengan satu film yang pernah saya tonton yang bercerita tentang anak jalanan dengan segala kehidupan kerasnya . Dalam film tersebut anak jalanan yang diberi kesempatan untuk bersekolah yang lokasinya di pinggir rel kereta diajarkan tentang Pancasila dengan sila-sila di dalamnya. Semua menyebutkan dengan lantang karena telah menghafalnya sampai dengan sila ke 4 yang berbunyi “ Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan “ Dan anak-anak jalanan itu berhenti saat mereka harus menyebut sila ke 5 “ Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”sang pemandu anak-anak jalanan itu bertanya tidak hafal bunyi sila ke 5 dari Pancasila dan mengingatkan pelan-pelan tetapi tetap saja anak jalanan itu tidak bersuara . Malah beramai-ramai mereka bertanya adilkah?? Dan ternyata memang keadilan masih berpihak pada pihak-pihak tertentu yang mendapat kesempatan dan untuk yang lain mungkin harus menunggu kesempatan yang akan datang .
Rabu, 16 Maret 2011
Senin, 14 Maret 2011
Kisah ibu gendut
Minggu, 13 Maret 2011
Hari ini dan 10 tahun yang lalu
Untuk berbagi dalam suka dan duka.
Belajar bersama tentang banyak hal
Tentang yang disuka dan yang harus dihindari...
Agar kehidupan yang dijalani penuh kedamaian ...
Walau riak kehidupan yang datang juga mengajarkan kita
untuk belajar kembali tentang makna perkawinan yang ingin dijalani bersama
Hari ini dan 10 tahun yang lalu...
dan berharap untuk dapat melewati 10,20,30 tahun dalam kebersamaan
Mengisi hari dengan cerita..
mendidik putra -putri hingga mereka dewasa
Mewujudkan mimpi-mimpi yang dulu pernah dibahas...
Selalu bersama dalam suka dan duka.
Saling mengingatkan dan memenuhi kebutuhan masing-masing
Kebutuhan untuk disayang ,dilindungi ,diperhatikan , didengar dan diterima apa adanya
Semoga Allah selalu bersama membimbing kita berdua ....
HAPPY ANNIVERSARY...10 TH
Sabtu, 12 Maret 2011
Lelaki dan Wanita
Oedipus Complek
Jumat, 11 Maret 2011
21 hari yang berkesan
Mulailah aku membuat skenario seperti arahan guru agama Islam yang temanya tentang toleransi antar umat beragama. Sambil membuat skenario aku me -reka-reka siapa saja siswa yang akan memerankan tokoh yang kubuat. Berbagai inspirasi datang kedalam pikiranku. Peran Ayah aku beri kepada siswa F yang memiliki percaya diri yang baik . Dengan latar belakang F selalu dianggap sebagai pembuat lelucon saat dalam kelas dan aku ingin menggali sisi lain dari F yang tidak seperti penilaian beberapa guru.Peran ibu aku beri kepada siswa R yang membuatku terkesan saat penampilannya sebagai ibu kos saat R bermain peran dengan kelompoknya dalam kelas . Peran anak laki-laki yang bernama Aldi kuberikan pada siswa I yang menurutku dalam kesehariannya memang rame dan supel. Peran anak perempuan aku beri kepada siswa T yang juga membuatku terkesan saat ia menjadi Tinkerbell dengan gayanya yang centil dan seenaknya.Peran pak RT aku berikan pada siswa F yang dalam pandanganku diawal dia anak yang santun,tapi ternyata 21 hari bersama aku mulai mengenalnya...Siswa A aku beri peran sebagai bu RT terinspirasi dari sinetron suami-suami takut istri.Peran E dan K aku beri kepada siswa dari kelas yang sama karena mengangkat tema toleransi antar umat beragama. Peran keamanan 1 aku beri kepada siswa E karena kerajinannya yang bertolak belakang dengan keamanan 2 yang sedikit memupuk rasa malasnya.Dan skenario aku buat dengan tambahan peran reporter pada siswa V yang aku suka suaranya . Untuk kameramennya aku beri kepada siswa A yang agak "pemalu "tapi sebenarnya.....cukup PD.Latihan awal aku mulai dengan latihan membaca skrip naskah drama. Belum semua mau berkumpul dan latihan diwarnai dengan gelak tawa. Akupun sampai tak dapat menahan geli dengan kelakuan siswa F yang berperan sebagai ayah. Saat pemeran ayah hadir dalam latihan ada saja tingkah polahnya yang sering mengacaukan konsentrasi pemeran-pemeran yang lain. Satu sama lain ngobrol dan saling mencela gaya khas remaja. Sibuk dengan hp ,blackberry dan foto-foto. Sementara siswa A yang berperan sebagai bu rt sibuk pula dengan makanannya dan sering diganggu oleh yang lain untuk dimintai makanannya. Tetapi siswa A memang memiliki kepedulian yang tinggi saat dia mengatakan akan menyediakan snak untuk temannya saat acara Maulid. Menjelang hari H aku lebih intens untuk melatih mereka , aku tekankan jangan beri kesempatan pada penonton untuk meneriaki kalian saat ada diatas panggung walaupun saat latihan selalu bercanda. Peringatan Maulid Nabi Muhammad telah dimulai sebelum mereka tampil diatas panggung semua pemain mengalami demam panggung. Tak terkecuali aku, aku pun turut berdebar-debar merasakan apa yang mereka rasakan. Takut lupa dialog, takut menatap penonton,takut diteriaki,sakit perut,gemetar dll.Begitu MC memanggil tim drama untuk naik ke atas panggung ternyata sambutan dari seluruh warga sekolah luar biasa. Membuat para pemain senang dan terhibur aku katakan bermain sebaik-baiknya...lakukan pasti bisa.
Dan saat aku mengumpulkan mereka untuk evaluasi saling bersahutan mereka berbicara kepsek saja tertawa senang melihat penampilan kita . Alhamdulillah...semua terbayar dengan penampilan yang mendapat sambutan hangat. Satu hal yang menjadi bahan pemikiran untukku mereka sebagai remaja butuh pengakuan dari kita para orang dewasa. Aku pun banyak mendapat pelajaran hidup yang berharga dari 21 hari bersama dan berkesan untukku...terimakasih anak-anakku. Sukses terus untuk masa depan kalian.
Pemimpin
Pagi ini di Koran Sindo 10 Maret 2011, analisis yang ditulis oleh Prof Rhenald Kasali cukup menarik untuk dicermati, dibahas dan didiskusikan. Membahas tentang Leaderhip Therapy. Dan yang kulakukan akhirnya mengamati, walaupun dari dahulu aku sering juga mengamati pemimpin-pemimpin yang ada di tempatku bekerja . Dengan karakteristik yang berbeda pada tiap individu. Mengutip kata pakar leadership John Maxwell kalau seseorang memimpin hanya karena telah mendapatkan surat keputusan itu sama dengan pejabat level satu . Anak buah menurut karena diharuskan . Tak ada kepengaruhan sama sekali. Semua orang bekerja karena rasa takut ( fear factor). Pemimpin yang suka menakuti adalah pemimpin yang tak punya daya pengaruh .Tak mampu membuat orang yang dipimpinnya melakukan sesuatu karena kesadaran tetapi karena biar aman, biar dipuji. Bukan untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. Karena untuk dapat menunjukkan kemampuan dibutuhkan keberanian untuk berbeda dengan selera pimpinan. Dan selera pimpinan biasanya juga sesuai dengan selera pimpinan diatasnya. Bahasa kerennya ASAL BAPAK SENANG….!!!
Berbagai tipe kepribadian pimpinan, yang paling diinginkan oleh anak buahnya adalah pimpinan yang mampu me manusia kan anak buahnya . Memahami kebutuhan anak buahnya. Karena tugas pemimpin adalah menampung dan mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan bawahannya. Untuk bisa sejahtera. Karena itulah tak gampang menjadi pemimpin . Melayani banyak orang yang ada dibawahnya. Tiap hati dan kepala masing-masing individu berbeda kebutuhannya . Sanggupkah para pemimpin untuk memenuhi semua kebutuhan anak buahnya.